Kapal perang Sri Lanka SLNS Gajabahu yang diduga menjadi kendaraan Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri. Foto: The Hindustan Times
Kapal perang Sri Lanka SLNS Gajabahu yang diduga menjadi kendaraan Presiden Gotabaya Rajapaksa melarikan diri. Foto: The Hindustan Times

Menghilang, Presiden Sri Lanka Dikabarkan Melarikan Diri dengan Kapal Perang

Fajar Nugraha • 11 Juli 2022 19:07
Kolombo: Setelah Istana Kepresidenan Sri Lanka diserbu oleh warga pada akhir pekan lalu, Presiden Gotabaya Rajapaksa menghilang hingga saat ini. Bahkan muncul rekaman video yang diyakini sebuah kapal perang yang membawa Presiden Rajapaksa.
 
Sebuah video yang beredar di media sosial memperlihatkan tiga pria membawa koper dan berlari untuk memuatnya di kapal SLNS Gajabahu. Presiden Sri Lanka dilaporkan melarikan diri dari rumahnya Sabtu 9 Juli 2022 setelah massa  -,meneriakkan slogan 'Gota, pulang’,- menyerbu kompleks gedung.
 
Saat malam tiba, sebuah pernyataan diumumkan kepada publik bahwa dia akan mengundurkan diri pada 13 Juli. Ini beberapa jam setelah PM Sri Lanka Ranil Wickremesinghe menegaskan akan mundur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Rekaman media sosial yang tampaknya difilmkan di pelabuhan #Colombo menunjukkan barang bawaan dimuat ke kapal #SriLanka @srilanka_navy SLNS GAJABAHU meningkatkan kekhawatiran VVIP atau keluarga meninggalkan negara itu. Sebuah suara di latar belakang dapat terdengar di Sinhala yang mengatakan 'Gota akan pergi'," tulis sebuah Tweet, seperti dikutip dari Hindustan Times, Senin 11 Juli 2022.
 
Baca: Rumahnya Diserbu Warga, Presiden Sri Lanka Melarikan Diri.

Namun Hindustan Times tidak dapat memverifikasi video ini secara independen. Tetapi jelas dalam visual yang beredar di media sosial menunjukkan orang-orang berlarian untuk memuat apa yang tampak seperti barang bawaan di kapal angkatan laut.
 
Para pengunjuk rasa telah menuntut pengunduran diri presiden selama beberapa bulan terakhir, dengan beberapa agitasi berubah menjadi kekerasan. Sejauh ini Gotabaya Rajapaksa telah menantang dan mempertahankan kekuasaan, meskipun saudaranya Mahinda dipaksa mundur sebagai perdana menteri dan anggota keluarganya yang lain mengundurkan diri dari kabinet dan posisi tinggi lainnya.
 
Ekonomi Sri Lanka berada di ambang kehancuran karena berjuang melawan tingkat utang yang mengakibatkan langkanya pasokan bahan bakar dan kebutuhan pokok lainnya. Sekarang Sri Lanka bergantung pada bantuan dari India dan negara-negara lain sementara para pemimpinnya merundingkan bailout dengan Dana Moneter Internasional (IMF).
 
Gejolak itu telah menyebabkan protes berbulan-bulan yang hampir membubarkan dinasti politik Rajapaksa yang telah memerintah Sri Lanka selama sebagian besar dari dua dekade terakhir. Sebelumnya pada Mei, Rajapksa menunjuk Perdana Menteri Ranil Wickremesinghe untuk membantu mengarahkan negara keluar dari krisis.
 
Guna meredaka ketegangan, ketua parlemen diperkirakan akan memimpin rapat dalam waktu dekat untuk memutuskan rencana tindakan.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif