Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dalam Indonesia-China Two Countries Twin Parks (TCTP) Promotion Conference di Xiamen, Fujian, 9 September 2022. (KBRI Beijing)
Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dalam Indonesia-China Two Countries Twin Parks (TCTP) Promotion Conference di Xiamen, Fujian, 9 September 2022. (KBRI Beijing)

'Two Countries Twin Park' Koridor Kerja Sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok

Willy Haryono • 12 September 2022 12:07
Beijing: Wakil Gubernur Eksekutif Provinsi Fujian, Ibu Guo Ningning dan Duta Besar Indonesia untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun sepakat untuk terus mendorong agar kerja sama dalam koridor "Two Countries Twin Park" dapat semakin berkontribusi pada kerja sama Ekonomi Indonesia-Tiongkok.
 
Hal ini disampaikan saat keduanya memberikan pidato kunci pada 9 September 2022 dalam forum bertajuk: 'Indonesia-China Two Countries Twin Parks (TCTP) Promotion Conference' di sela-sela acara "the 22nd China International Fair for Investment & Trade" (CIFIT) yang berlangsung di Kota Xiamen, Provinsi Fujian, 8 – 11 September 2022.
 
"Two Countries, Twin Parks" merupakan salah satu proyek prioritas nasional di bawah sinergi Global Maritime Fulctrum/Poros Maritim dan Belt and Road Initiative (BRI) yang bertujuan untuk 
mendorong secara cepat perdagangan dan investasi antar kedua negara," ujar Dubes Djauhari, dalam keterangan tertulis KBRI Beijing yang diterima Medcom.id pada Senin, 12 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam konteks kerja sama ekonomi bilateral, Tiongkok adalah mitra dagang terbesar dan salah satu investor utama di Indonesia. Di bidang perdagangan, Kepabeanan RRT mencatat total perdagangan keduanya pada tahun 2021 mencapai USD 123,4 miliar atau meningkat sebesar  58.4% y-o-y. Sedangkan pada periode Januari-Juli 2022, total perdagangan keduanya mencapai USD 82,2 miliar atau naik 29,1% y-o-y.
 
Sementara itu, Tiongkok adalah investor terbesar ketiga pada 2021 dengan realisasi investasi  sebesar USD 3,2 miliar. Sedangkan pada periode Januari-Juni 2022, dengan total realisasi sebesar USD 3,6 miliar, Tiongkok naik menjadi investor terbesar kedua di Indonesia disusul oleh Hong Kong pada peringkat ketiga dengan nilai investasi USD 2,9 miliar. CIFIT adalah kegiatan promosi investasi dan perdagangan tahunan yang mempertemukan  pelaku bisnis dari Tiongkok dan internasional dalam berbagai bentuk kegiatan mulai pameran dagang hingga forum bisnis. 
 
Dalam penyelenggaraan tahun ini, CIFIT mengambil tema "Global Development: Sharing Digital Opportunities and Investing in a Green Future" dan dibuka resmi oleh Mr. Zhang Chunxian, selaku Wakil Ketua, Standing Committee, NPC RRT. Dalam pidatonya Mr. Zhang menekankan bahwa pembangunan Tiongkok akan membawa banyak peluang baru bagi seluruh negara di dunia dan memberikan momentum baru ke dalam perekonomian global.
 
Sementara itu di Forum TCTP Wakil Gubernur Provinsi Fujian, Guo Ningning menyatakan bahwa Provinsi Fujian merupakan provinsi penting dalam perkembangan hubungan Indonesia dan Tiongkok yang telah dimulai sejak jaman dahulu. Wagub Guo menyampaikan perkembangan hubungan Fujian dan Indonesia terutama di bawah proyek TCTP telah mendapatkan perhatian penuh baik dari pemerintah provinsi maupun pusat, oleh sebab itu berbagai upaya promosi dan peraturan daerah yang mendukung perkembangan proyek ini akan terus dilakukan. 
 
"Lihatlah perkembangan yang sangat pesat pada Indonesia dan Tiongkok sejak 20 tahun yang lalu hingga saat ini dan bayangkan perkembangan keduanya 20 tahun lagi!" seru Dubes Djauhari.
 
"Dengan kerja keras dan sinergi positif antara keduanya, Indonesia dan Tiongkok, secara khusus Provinsi Fujian, pasti akan menjadi kekuatan ekonomi besar yang memberikan pengaruh di tingkat global dan regional. Oleh sebab itu, saya akan terus mendorong kerja sama dan sinergi keduanya," sambung dia.
 
Acara ini dihadiri oleh tidak kurang dari 500 peserta yang terdiri dari Konjen Guangzhou Ben Perkasa, Tim Ekonomi KBRI Beijing dan KJRI Guangzhou, pejabat pemerintah pusat Beijing dan Pemerintah Provinsi Fujian serta Pemerintah Kota Xiamen, Pengusaha Tiongkok dan Indonesia (secara daring) Asosiasi dan Media. Peserta juga mendengarkan pandangan Kementerian Perdagangan China, China Chamber of Commerce, dll. 
 
Selain itu tampil membawakan presentasi, perwakilan yang terlibat dalam proyek Two Countries Twin Parks antara lain Yuanhong Industrial Park dari pihak Tiongkok dan Taman Industri Bintan, 
Aviarna serta Batang dari pihak Indonesia. Peserta juga menyaksikan penandatanganan kerjasama investasi yang dilakukan oleh Yuanhong Investment Zone Management Committee dan Beijing Paul Investment Group Co., Ltd. dengan dengan nilai investasi sebesar RMB 10 miliar (kurang lebih USD 1,4 miliar) untuk pengembangan industri makanan sehat dalam proyek Two Countries Twin Parks IndonesiaTiongkok.
 
Terdapat juga kerja sama investasi antara Fuzhou Deyou Information Technology Co., Ltd. dengan mitra Indonesia PT. Multi Indonesia Ekspansi untuk pengembangan e-commerce dan cross border trade senilai USD 20 juta.
 
Di akhir acara, Mr. Xu Yong Dong, ketua TopWe, sebuah firma hukum Tiongkok yang menerjemahkan Undang-Undang Cipta Kerja (UUCK) ke dalam Bahasa Mandarin, memaparkan kelebihan dan pentingnya UUCK yang memberikan payung hukum bagi pelaku usaha dalam menjalin hubungan bisnis dengan Indonesia. Mr. Xu menyampaikan akan terus berkoordinasi dengan Perwakilan RI di Tiongkok dalam mempromosikan UUCK guna menarik minat pebisnis Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia.
 
Dalam dialog, peserta mempunyai persepsi yang sama bahwa hubungan kerja sama ekonomi antara Fujian dan Indonesia al dengan Two Countries Twin Park semakin baik. Dengan adanya 
RCEP dan Indonesia telah meratifikasi RCEP maka kedepan akan semakin bergairah hubungan kerja sama ini yang bermanfaat bagi rakyat kedua negara khususnya Indonesia.
 
Baca:  Dubes RI 'Jualan' Jamu di Forum Obat-obatan Tradisional Tiongkok
 
(WIL)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif