Mantan Wapres Afghanistan Amrullah Saleh. Foto: AFP.
Mantan Wapres Afghanistan Amrullah Saleh. Foto: AFP.

Taliban Temukan Uang Rp92 M di Rumah Mantan Wapres Afghanistan

Internasional konflik afghanistan Taliban afghanistan taliban afghanistan Pemerintahan Baru Taliban
Marcheilla Ariesta • 14 September 2021 22:57
Kabul: Taliban mengklaim menemukan uang tunai sebesar USD6,5 juta dolar (setara Rp92 miliar) dari rumah mantan wakil presiden Afghanistan, Amrullah Saleh. Selain itu, terdapat pula 18 emas batangan di rumah tersebut.
 
Penemuan terjadi saat Taliban menggeledah rumah Saleh di Panjshir. Ini menjadi langkah Taliban menyelidiki korupsi di negara tersebut.
 
"Hari ini Mujahidin (anggota) kami mendapat USD6,5 juta dolar dan 18 batangan emas dari rumah Amrullah Saleh. Kami akan mengembalikan uang itu ke Kementerian Keuangan," ujar seorang anggota Komisi Kebudayaan Taliban, Shahab Lewal, dilansir dari India Today, Selasa, 14 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saleh belum memberikan tanggapan terkait hal ini. Ia kini bergabung dengan pasukan anti-Taliban Ahmad Massoud, Pasukan Perlawanan Nasional (NRF). Saleh sempat disebut kabur ke luar negeri saat Taliban mengklaim mengepung Lembah Panjshir.
 
Sejak Taliban mengambil alih kekuasaan dari pemerintah Afghanistan yang dipimpin Ashraf Ghani, Saleh mendeklarasikan diri sebagai penjabat presiden sah negara itu.
 
Taliban menyelidiki rekening mantan anggota pemerintahan Afghanistan. Penyelidikan dapat mengarah pada pembekuan aset dan rekening mantan pejabat tersebut di Da Afghanistan Bank.
 
Seorang manajer bank mengkonfirmasi jika tim 'auditor' Taliban telah dikerahkan ke kantor mereka untuk memeriksa rekening mantan pejabat pemerintah terpilih.
 
Baca juga: Taliban Selidiki Rekening Mantan Pejabat Afghanistan untuk Berantas Korupsi
 
Langkah ini dilakukan karena korupsi meluas dan merajalela di pemerintahan sebelumnya. Puluhan juta dolar uang bantuan diyakini disedot keluar dari dompet publik.
 
Penyelidikan terhadap kemungkinan aset ilegal dilakukan saat Afghanistan berada dalam cengkeraman krisis uang tunai yang besar. Warga dibatasi menarik uang dengan batasan USD200 (sekitar Rp2,8 juta) per hari dari rekening pribadi.
 
Itu pun mereka harus mengantre berjam-jam untuk dapat mengambil uang.
 
Sebelum pengambilalihan Taliban, gaji sering terlambat dibayar. Warga terpaksa menjual barang rumah tangga untuk mengumpulkan uang guna membeli kebutuhan pokok.
 
Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) telah menghentikan akses Afghanistan ke pendanaan, sementara Amerika Serikat juga telah membekukan uang tunai yang disimpan dalam cadangannya untuk Kabul.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif