KTT Asean. Foto: Medcom.id
KTT Asean. Foto: Medcom.id

3 Peran Indonesia dalam ASEAN

Putri Purnama Sari • 08 November 2022 12:34
Jakarta: Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) atau yang dikenal dengan nama Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara adalah sebuah organisasi yang didirikan dengan tujuan mensejahterakan dan memajukan negara di Asia Tenggara.
 
ASEAN didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Terdapat lima negara yang menjadi founding fathers atau pendiri ASEAN yakni Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Thailand.
 
Lalu kemudian Brunei Darussalam bergabung pada 7 Januari 1984, Vietnam pada 28 Juli 1995, Laos dan Myanmar pada 23 Juli 1997, dan Kamboja pada 30 April 1999. Terbentuknya ASEAN ditandai dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok.
 
Baca: Mengenal Karakteristik Singapura Sebagai Anggota ASEAN

Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki peran penting dalam pembentukan ASEAN. Dilansir dari academia.edu, berikut adalah peran Indonesia dalam lingkungan negara-negara ASEAN:
 

1. Pemrakarsa Berdirinya ASEAN

Jumlah negara anggota ASEAN saat ini adalah sepuluh dengan lima pendiri. Ketika kan membentuk ASEAN, Indonesia diwakili oleh Menteri Luar Negeri yaitu Adam Malik dalam pertemuan di Bangkok. Menteri Luar Negeri Adam Malik juga ikut menandatangani Deklarasi Bangkok yang menandai awal berdirinya ASEAN.
 

2. Tempat Penyelenggara KTT ASEAN

Sebagai negara anggota ASEAN, pemerintah Indonesia juga pernah menjadi tuan rumah pertemuan kepada pemerintah dan kepala negara ASEAN. Pada bulan oktober 2003, Bali menjadi tempat pertemuan Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan ASEAN.
 

3. Ikut Serta dalam Menyelesaikan Masalah Kamboja

Pada tahun 1970 di Kamboja terjadi kudeta. Pada waktu itu Kamboja dipimpin oleh Pangeran Norodom Sihanouk. Pada tanggal 18 Maret 1970 ketika Pangeran Norodom Sihanouk berada di luar negeri, keponakannya yang bernama Pangeran Sisowath Sirik Matak bersama Lo Nol melakukan kudeta atau perebutan kekuasaan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 Sejak peristiwa tersebut terjadi perang saudara yang berlangsung lama dan berlarut-larut. Akhirnya, dibentuklah Jakarta Informal Meeting . Artinya, pertemuan tidak resmi yang diadakan di Jakarta tahun 1988. 
 
 Pertemuan di Jakarta dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Ali Alatas sebagai penengah di antara pihak-pihak yang bertikai. Selain itu negara-negara di kawasan ini pada umumnya memiliki tanah yang subur dan kaya akan sumber daya alam.
 
Hal ini menyebabkan kawasan Asia Tenggara selalu menjadi incaran negara-negara lain. Negara negara yang berada di kawasan Asia Tenggara yaitu Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Thailand, Filipina, Kamboja, Vietnam, Laos, Myanmar, Papua Nugini, dan Timor Leste.
 


 
(WAN)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif