PM Australia Scott Morrison. (Foto: AFP)
PM Australia Scott Morrison. (Foto: AFP)

Satu Warga Australia Tewas dalam Ledakan di Lebanon

Internasional Ledakan Lebanon
Willy Haryono • 05 Agustus 2020 07:21
Canberra: Seorang warga Australia dikonfirmasi tewas dalam ledakan dahsyat di dekat Pelabuhan Beirut di Lebanon pada Selasa 4 Agustus. Ledakan tersebut telah menewaskan 78 orang dan melukai 4.00 lainnya.
 
"Tragedi ini sangat mengenaskan, dan saya dapat mengonfirmasi ada satu warga Australia yang meninggal," ucap Perdana Menteri Scott Morrison kepada media Sunrise, Rabu 5 Agustus 2020.
 
"Kami turut berduka kepada siapapun yang terkena dampak dari tragedi ini," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


PM Morrison menegaskan, Pemerintah Australia siap memberikan bantuan kepada semua warga di Lebanon, terutama kimunitas Australia yang berada di negara tersebut.
 
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga telah menyebut ledakan di Lebanon "terlihat seperti sebuah ledakan mengerikan." Ia tidak mengelaborasi apakah pernyataan tersebut adalah pandangan pribadi, atau didapat dari data intelijen.
 
"Amerika Serikat siap membantu Lebanon. Kami memiliki hubungan yang sangat baik dengan masyarakat Lebanon, dan akan berada di sana untuk membantu," ujar Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih.
 
Kepala Keamanan Lebanon, Abbas Ibrahim, menuding bahan kimia mudah terbakar di sebuah gudang sebagai penyebab terjadinya ledakan. Menteri Dalam Negeri Lebanon Mohammed Fahmi mengatakan, amonium nitrat berada di antara bahan kimia di gudang tersebut.
 
Ia menyerukan adanya investigasi untuk menyelidiki bagaimana bisa 2.700 ton amonium nitrat tersebut bisa meledak.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif