Petugas berada di lokasi jatuhnya sebuah misil di kota Ganja, Azerbaijan pada Sabtu, 17 Oktober 2020. (Bulent Kilic/AFP)
Petugas berada di lokasi jatuhnya sebuah misil di kota Ganja, Azerbaijan pada Sabtu, 17 Oktober 2020. (Bulent Kilic/AFP)

Serangan Misil Hantam Kota Ganja di Azerbaijan

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Willy Haryono • 17 Oktober 2020 10:56
Stepanakert: Sebuah misil menghancurkan sejumlah rumah di kota Ganja, Azerbaijan pada Sabtu, 17 Oktober 2020. Misil mendarat beberapa jam usai terjadinya serangan serangan ke Stepanakert, ibu kota dari wilayah konflik di Nagorno-Karabakh.
 
Serangan misil ini merupakan eskalasi terbaru dalam konflik antara etnis Armenia dan pasukan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh sejak tiga pekan terakhir.
 
Dikutip dari laman CGTN, misil menghantam kota Ganja pada Sabtu dini hari saat sebagian besar warga sedang tertidur. Seorang warga mengaku melihat tujuh orang yang ditarik dari reruntuhan bangunan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Hikmat Hajiyev, asisten dari Presiden Azerbaijan Ilham Aliyev, menuliskan informasi via Twitter bahwa "berdasarkan informasi awal, lebih dari 20 rumah telah hancur" dalam serangan.
 
Dalam beberapa hari terakhir, pertempuran berlanjut antar pasukan Armenia dan Azerbaijan meski sudah disepakatinya gencatan senjata temporer. Kedua negara sama-sama saling menuding telah melanggar gencatan senjata, yang telah disepakati dalam sebuah pertemuan di Moskow.
 
Nagorno-Karabakh diakui komunitas internasional sebagai bagian dari Azerbaijan. Namun wilayah tersebut dihuni dan dipimpin oleh etnis Armenia.
 
Warga Nagorno-Karabakh mengaku tidak merasakan dampak dari gencatan senjata temporer dalam konflik ini. "Kami tidak merasakan gencatan senjata sama sekali," kata Larisa Azeryan, warga setempat yang tinggal di tempat penampungan ruang bawah tanah sebuah gedung apartemen di Stepanakert.
 
"Semua orang tinggal di sini, kami makan dan tidur di sini. Kami menghabiskan sepanjang hari di sini, di ruang bawah tanah," imbuhnya.
 
Hubungan antar Armenia dan Azerbaijan, dua negara bekas pecahan Uni Soviet, memburuk sejak 1991. Kala itu, militer Armenia menguasai Nagorno-Karabakh walau diakui dunia sebagai milik Azerbaijan.
 
Sekitar 20 persen dari wilayah Azerbaijan masih diduduki Armenia dalam tiga dekade terakhir.
 
(WIL)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif