Presiden Kyrgyzstan Sooranbai Jeenbekov. Foto: AFP.
Presiden Kyrgyzstan Sooranbai Jeenbekov. Foto: AFP.

Hasil Pemilu Buat Ricuh, Presiden Kyrgyzstan Mundur

Internasional Kyrgyzstan
Marcheilla Ariesta • 15 Oktober 2020 20:22
Bishkek: Presiden Kyrgyzstan, Sooronbai Jeenbekov, memutuskan mengundurkan diri dari posisinya. Ia beralasan langkahnya tersebut untuk mengakhiri krisis politik di negaranya.
 
Ia mengatakan mempertahankan kekuasaan tidak sebanding dengan integritas negara dan masyarakat.
 
"Bagi saya, perdamaian di Kyrgyzstan, integritas negara, persatuan rakyat kita dan ketenangan dalam masyarakat berada di atas segalanya," kata Jeebekov, dilansir dari AFP, Kamis, 15 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pekan lalu ribuan orang turun ke jalan melakukan unjuk rasa terkait pemilu di negara tersebut. Masyarakat mendesak supaya Jeenbekov mengundurkan diri, dia mengatakan bakal memenuhi tuntutan itu.
 
Jeebenkov mengatakan ia bisa mundur setelah tanggal pemilu baru ditetapkan. Ini akan diikuti perubahan dalam pemerintahan yang dikonfirmasi oleh parlemen dan kantornya.
 
"Setelah otoritas eksekutif yang sah disetujui, kemudian kami kembali ke jalur keabsahan, saya siap meninggalkan jabatan sebagai Presiden Republik Kyrgyzstan," ucapnya.
 
Namun, belum jelas jika persyaratan yang ditetapkan Jeenbekov bisa terpenuhi.
 
Pernyataan itu muncul hanya beberapa jam setelah kantor kepresidenan mengatakan bahwa pengunduran diri presiden tidak 'dipertanyakan' dalam pembicaraan dengan para pemimpin politik, pasca bentrokan dan protes yang dipimpin oleh partai-partai yang kalah dalam pemilu parlemen.
 
Pemungutan suara parlemen yang disengketakan telah memicu krisis baru di Kyrgysztan, serta memicu aksi protes dan kerusuhan yang menyebabkan setidaknya satu orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka.
 
Beberapa kelompok politik merencanakan demonstrasi pada Jumat besok. Dikhawatirkan akan ada bentrok antara massa demonstrasi dengan pendukung Jeenbekov.
 
Jeenbekov mengatakan penegakan hukum harus memastikan bahwa anggota parlemen dapat menggelar sidang. Seorang politisi yang terkenal di Kyrgysztan, Sadyr Japarov, juga telah memposisikan dirinya sebagai perdana menteri baru setelah dia dibebaskan dari penjara oleh para pendukungnya pada 5 Oktober lalu.
 
Dengan mundurnya Jeenbekov, ia menjadi pemimpin Kyrgysztan ketiga yang mengalami gejolak politik, setelah pemberontakan penggulingan presiden terjadi pada 2005 dan 2010.
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif