Deretan warga India mengantre obat di tengah lockdown akibat virus korona. Foto: AFP
Deretan warga India mengantre obat di tengah lockdown akibat virus korona. Foto: AFP

India Cabut Pembatasan Ekspor Bahan Farmasi di Tengah Wabah Korona

Internasional india Virus Korona Coronavirus virus corona
Marcheilla Ariesta • 07 April 2020 13:11
New Delhi: India mencabut pembatasan ekspor 24 bahan-bahan farmasi dan obat-obatan yang mereka buat. Mereka memberlakukan pembatasan bulan lalu karena wabah virus korona covid-19, mengganggu rantai pasokan global.
 
Meski demikian, paracetamol yang merupakan obat penghilang rasa sakit, tidak termasuk dalam daftar obat yang dibebaskan untuk ekspor.
 
Tidak jelas apa yang mendorong India mencabut pembatasan itu, namun sumber-sumber pemerintah mengatakan larangan tersebut mendapat dorongan kuat dari Amerika Serikat.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keputusan ini diambil setelah panggilan telepon Presiden AS Donald Trump dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
 
"Kedua pemimpin sepakat untuk tetap berhubungan dengan masalah rantai pasokan global untuk obat-obatan dan pasokan medis," kata juru bicara Gedung Putih Judd Deere lewat Twitter, dilansir dari The Straits Times, Selasa, 7 April 2020.
 
"Sekaligus kedua memastikan hubungan bilateral akan terus berjalan semulus mungkin selama krisis kesehatan global," imbuhnya.
 
Sebagai negara pemasok utama obat-obatan generik dunia, India telah membatasi ekspor 26 bahan dan obat-obatan pada 3 Maret lalu. Paracetamol dan formulasinya menjadi salah satu yang dibatasi.
 
Sebanyak 26 bahan aktif farmasi dan obat-obatan ini menyumbang 10 persen dari semua ekspor farmasi India dan mencakup beberapa antibiotik, seperti tinidazole, dan erythromycin, hormon progesteron, dan Vitamin B12.
 
India juga membatasi ekspor sebagian besar alat tes diagnostik. Bahkan, dalam beberapa pekan terakhir, Negeri Bollywood melarang ekspor ventilator, masker dan alat pelindung lainnya yang dibutuhkan oleh pasien dan staf medis.
 
Lewat komunikasi telepon pada Sabtu lalu, Trump mendesak Modi merilis kembali pasokan obat anti-malaria hydroxychloroquine, yang sedang diuji sebagai pengobatan untuk pasien covid-19.
 
Senin malam kemarin, di Washington, Trump mengatakan India dapat menghadapi balasan atas keputusannya membatasi ekspor hydroxychloroquine.

 

(FJR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif