PM Selandia Baru, Jacinda Ardern tegaskan negara harus melindungi Muslim. Foto: AFP.
PM Selandia Baru, Jacinda Ardern tegaskan negara harus melindungi Muslim. Foto: AFP.

PM Selandia Baru Tegaskan Negara Wajib Lindungi Muslim

Marcheilla Ariesta • 13 Maret 2021 21:36
Wellington: Perdana Menteri Selandia Baru, Jacinda Ardern menegaskan negara memiliki kewajiban untuk mendukung semua elemen masyarakat, tak terkecuali Muslim. Hal ini disampaikan dalam upacara peringatan menandai dua tahun serangan masjid Christchurch.
 
Ratusan orang dilaporkan menghadiri ibadah peringatan tersebut dengan keamanan ketat. Mereka mengenang 51 orang yang tewas dan terluka ketika seorang pria bersenjata menembak senjatanya kepada warga yang beribadah di dua masjid di Christchurch pada 15 Maret 2019.
 
Ardern dipuji banyak pihak atas responsnya usai penyerangan di masjid Christchurch. Salah satu yang dipuji adalah langkah cepatnya dalam memperketat pengendalian senjata api di Selandia Baru

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Laki-laki, perempuan, dan anak-anak direnggut dalam aksi teror. Kata-kata tidak akan bisa menghapus ketakutan yang dirasakan komunitas Muslim," kata Ardern dilansir dari AFP, Sabtu, 13 Maret 2021.
 
Menurut Ardern, tugas pemerintah dan masyarakat Selandia Baru adalah mewariskan semangat kepada generasi selanjutnya, bahwa mereka harus menjadi bangsa inklusif dan bangga terhadap keragaman.
 
Baca juga: PM Hingga Kepala Polisi Minta Maaf Atas Serangan di Masjid Selandia Baru
 
"Kita harus menjadi bangsa yang lebih inklusif, berdiri dalam satu kebanggaan terhadap keragaman dan persatuan," imbuhnya.
 
Temel Atacocugu, yang ditembak 9 kali di bagian wajah, lengan dan kaki, menangis saat teringat ketika dirinya dirawat bersama dengan ayah dari Mucaad Ibrahim, bocah tiga tahun yang ikut menjadi korban tewas.
 
"Tiba-tiba saya merasa rasa sakit ini tidak sebanding saat tahu anak itu tewas," katanya.
 
Sejak peristiwa tersebut, ia telah menjalani tujuh operasi besar. Atacocugu menuturkan saat ini masih banyak pecahan peluru di tubuhnya.
 
"Setiap kali saya menjalani X-ray, (pecahan peluru) menyala seperti lampu pohon Natal," imbuhnya.
 
Pria bersenjata yang melancarkan serangan, Brenton Tarrant, mendeklarasikan dirinya sebagai tokoh supremasi kulit putih. Ia ditangkap beberapa menit setelah serangan terjadi di masjid Al Noor dan Linwood Islamic Center, Christchurch.
 
Ia mengaku bersalah atas 51 tuduhan pembunuhan, 40 percobaan pembunuhan, dan satu dakwaan terorisme.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif