Jalur pendakian Pegunungan Himalaya di Nepal akan segera dibuka. Foto: AFP.
Jalur pendakian Pegunungan Himalaya di Nepal akan segera dibuka. Foto: AFP.

Nepal akan Buka Jalur Pendakian Pegunungan Himalaya

Internasional politik nepal
Marcheilla Ariesta • 31 Juli 2020 13:15
Kathmandu: Nepal akan segera membuka kembali jalur pendakian Pegunungan Himalaya, termasuk Gunung Everest untuk para pendaki saat musim gugur. Langkah ini diambil untuk menaikan jumlah wisatawan guna meningkatkan ekonomi di tengah pandemi virus korona (covid-19).
 
Sebagai rumah bagi delapan dari 14 gunung tertinggi dunia, Nepal menutup jalur pendakian pada Maret lalu untuk membendung infeksi covid-19 di negara itu.
 
"Kami telah membuka kembali jalur pendakian gunung dan mengeluarkan izin pendakian untuk musim gugur," kata pejabat Kementerian Pariwisata Nepal, Mira Acharya, dilansir dari Channel News Asia, Jumat, 31 Juli 2020,

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Mira menambahkan, pendaki harus mengikuti protokol kesehatan yang dikeluarkan pemerintah. Dia menambahkan, biasanya pendakian musim gugur di Nepal berlangsung dari September hingga November.
 
Pembukaan ini membawa kekhawatiran. Pasalnya, angka infeksi covid-19 di negara-negara Asia Selatan, termasuk Nepal masih terus bertambah.
 
Namun, tidak adanya pendakian di musim populer April hingga Mei, menyebabkan kerugian jutaan dolar Nepal.
 
Meskipun pemerintah ingin membuka kembali pendakian, penerbangan internasional masih ditutup hingga pertengahan Agustus dan pembatasan perjalanan di Nepal tetap berlaku. Ini berarti pendakian tidak akan ada hingga September mendatang.
 
"Beberapa pendaki melakukan pendakian ke gunung yang lebih kecil karena penutupan Everest," kata seorang penyelenggara ekspedisi, Ang Tshering Sherpa.
 
Nepal sudah mulai mengizinkan hotel dan restoran beroperasi kembali dengan beberapa batasan. Namun, konferensi, seminar, pusat kebugaran atau kasino masih belum diizinkan untuk dilakukan.
 
Per hari ini, infeksi covid-19 di Nepal mencapai 19.547 dengan 52 angka kematian dan 14.248 orang sembuh.
 

(FJR)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif