Adik pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Yo Jong. Foto: AFP
Adik pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Yo Jong. Foto: AFP

Adik Kim Jong-un Janji Balas Korsel karena Sebarkan Wabah Covid-19 di Korut

Marcheilla Ariesta • 11 Agustus 2022 13:43
Pyongyang: Saudara perempuan pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un, Kim Yo-jong menuduh Korea Selatan (Korsel) menyebabkan covid-19 di negara itu. Ia menyatakan pembalasan terkait hal ini saat Pyongyang menyatakan kemenangan atas wabah itu.
 
Sebelumnya, Korut mengatakan, hal-hal asing dekat perbatasan dengan Selatan menyebabkan wabah covid-19 di negara yang terisolasi itu. Namun, klaim ini ditolak Seoul.
 
Terlepas dari larangan yang mulai berlaku pada 2021, para aktivis Korea Selatan selama bertahun-tahun telah menerbangkan balon berisi selebaran propaganda dan dolar AS ke perbatasan. Aksi ini telah lama diprotes Pyongyang.
 
Baca: Kim Jong-un Nyatakan Kemenangan Korut Melawan Covid-19.

Menurut Yo-jong, kegiatan ini merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pernyataan Yo-jong disampaikan oleh kantor berita Korea Central News Agency (KCNA).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia mengatakan bahwa banyak negara - dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) - telah mengakui bahaya penyebaran penyakit menular melalui kontak dengan benda-benda yang terkontaminasi.
 
"Sangat mengkhawatirkan bahwa Korea Selatan mengirim selebaran, uang, brosur, dan barang-barang ke wilayah kami," kata Kim Yo-Jong, dikutip oleh Channel News Asia, Kamis, 11 Agustus 2022.
 
Yo-jong memperingatkan bahwa Pyongyang sedang mempertimbangkan tanggapan pembalasan yang kuat. "Jika balon terus berlanjut, kami akan merespons dengan memberantas tidak hanya virus, tapi juga otoritas Korea Selatan," sambungnya.
 
Komentar Yo-jong muncul setelah Kim Jong-un menyatakan kemenangan cemerlang dalam pertempuran melawan covid-19. Para pejabat di Korsel melaporkan tidak ada kasus baru virus tersebut selama hampir dua pekan terakhir.
 
Korea Utara memiliki salah satu sistem perawatan kesehatan terburuk di dunia, dengan rumah sakit yang tidak lengkap, beberapa unit perawatan intensif, dan tidak ada obat atau vaksin perawatan covid-19. Bahkan, menurut komentar Yo-jong, Kim Jong-un juga menderita covid-19.
 
"Ia menderita demam tinggi selama hari-hari perang karantina ini, tetapi dia tidak bisa berbaring sejenak karena dia memikirkan orang-orang yang menjadi tanggung jawabnya," pungkasnya.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif