Vaksin covid-19 keluaran Pfizer-Biontech akan digunakan di Tiongkok. Foto: AFP
Vaksin covid-19 keluaran Pfizer-Biontech akan digunakan di Tiongkok. Foto: AFP

Untuk Pertama Kalinya, Tiongkok Terima Vaksin Covid-19 Buatan Barat

Marcheilla Ariesta • 22 Desember 2022 13:31
Berlin: Jerman mengirimkan gelombang pertama vaksin covid-19 BioNTech ke Tiongkok. Ini kali pertama vaksin covid-19 dari negara lain dikirim ke Beijing.
 
Namun, juru bicara pemerintah mengatakan, pengiriman gelombang pertama ini untuk awalnya diberikan kepada ekspatriat Jerman di sana.
 
Tidak ada perincian lain yang tersedia tentang waktu dan ukuran pengiriman. Namun, juru bicara mengatakan, Berlin mendorong orang asing selain warga negara Jerman untuk diizinkan mengakses vaksin jika Tiongkok menginginkannya.

Pengiriman dilakukan setelah Beijing setuju untuk mengizinkan warga negara Jerman di Tiongkok mendapatkan vaksin selain buatan mereka. Hal ini terjadi setelah kesepakatan selama kunjungan Kanselir Jerman Olaf Scholz di Beijing bulan lalu.
 
Kala itu, Scholz mendesak Beijing mengizinkan suntikan tersebut tersedia secara bebas untuk warga Tiongkok juga. Ada sekitar 20 ribu warga negara Jerman yang saat ini berada di Negeri Tirai Bambu.
 
"Saya dapat memastikan pengiriman vaksin BioNTech sedang dalam perjalanan ke Tiongkok," kata jubir pemerintah Jerman, dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 22 Desember 2022.
 
"Kami sedang mengerjakan kemungkinan bahwa selain orang Jerman, orang asing lainnya juga dapat divaksinasi dengan BioNTech," sambungnya.
 
Sebagai imbalan, kata dia, warga Tiongkok di Eropa dapat divaksinasi dengan vaksin dari Sinovac.
 
Beijing sejauh ini bersikeras hanya menggunakan vaksin yang diproduksi di dalam negeri, yang tidak didasarkan pada teknologi mRNA Barat tetapi pada teknologi yang lebih tradisional.
 
Pengiriman itu dilakukan di tengah perubahan kebijakan penguncian nol-Covid yang ketat oleh Beijing, yang telah menyebabkan lonjakan kasus yang membuat sistem kesehatan yang rapuh tidak siap.
 
Para ahli memperkirakan bahwa negara berpenduduk 1,4 miliar orang itu dapat menghadapi lebih dari satu juta kematian akibat covid-19 tahun depan.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(FJR)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan