Kapal induk Tiongkok, Liaoning. Foto: China Military
Kapal induk Tiongkok, Liaoning. Foto: China Military

Taiwan Tuduh Tiongkok Simulasi Serangan Melawan Kapal Angkatan Laut AS

Fajar Nugraha • 02 September 2022 07:06
Taipei: Tiongkok dituduh oleh Taiwan telah mensimulasikan serangan terhadap kapal Angkatan Laut Amerika Serikat. Latihan itu bertujuan untuk mencegah pasukan asing datang membantu Taiwan jika terjadi perang.
 
Hal tersebut disampaikan Kementerian Pertahanan Taiwan dalam sebuah laporan dengan kata-kata keras yang meningkatkan alarm pada desain militer Beijing.
 
Ketegangan antara Taiwan dan Tiongkok telah meningkat setelah kunjungan ke Taipei bulan lalu oleh Ketua DPR AS Nancy Pelosi, yang membuat marah Beijing. Tiongkok memandang kunjungan itu sebagai campur tangan dalam urusannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Beijing melakukan latihan perang setelah perjalanan Pelosi dan melanjutkan kegiatan militernya di dekat pulau itu.
 
Baca: Militer Taiwan Tembak Jatuh Drone Sipil Dari Seberang Tiongkok.

Tiongkok selama ini menganggap Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri sebagai provinsi pemberontak yang menunggu reunifikasi dengan daratan, jika perlu dengan kekerasan. Taiwan mengatakan akan mempertahankan kebebasan dan demokrasinya.
 
Kementerian pertahanan Taiwan, dalam sebuah laporan kepada parlemen  mengatakan Tiongkok terus memperkuat kesiapan tempurnya untuk serangan di pulau itu. Itu berfokus pada rantai pulau pertama, yang membentang dari Jepang melalui Taiwan, Filipina, dan ke Kalimantan, menutupi laut pesisir Tiongkok.
 
Tidak ada tanggapan segera dari Beijing atas laporan tersebut.
 
“Tiongkok telah menggunakan latihan tempur untuk melakukan serangan simulasi terhadap kapal-kapal AS yang masuk ke dalam rantai pulau pertama,” kata laporan itu, seperti dikutip dari The Straits Times, Jumat 2 September 2022.
 
“Mereka bertujuan untuk mendapatkan kendali strategis atas rantai Taiwan pada 2035,” imbuh laporan tersebut.
 
Amerika Serikat telah secara teratur berlayar kapal angkatan laut ke Laut China Selatan, kadang-kadang dekat dengan pulau-pulau yang dikuasai Tiongkok, dan juga melalui Selat Taiwan pada apa yang disebutnya misi kebebasan navigasi yang selalu membuat marah Negeri Tirai Bambu.
 
Mulai tahun ini, kementerian mengatakan Tiongkok telah meningkatkan intimidasi militernya termasuk latihan yang bertujuan untuk merusak moral Taiwan dan “memaksa negosiasi dengan perang” dan “memaksa penyatuan dengan senjata”.
 
“Tiongkok dinilai dapat menggunakan pasukan atau agen khusus untuk "memenggal" sistem komando Taiwan dan merusak infrastruktur dalam serangan, dan mampu meluncurkan serangan elektronik untuk mengganggu komunikasi dan sistem komando,” sebut laporan yang tertanggal Kamis 1 September 2022.

Kendala logistik

Tiongkok juga dapat memblokade Taiwan dan memotong pasokan energi dan ekonominya, tambahnya, tetapi mencatat Beijing masih memiliki kendala transportasi dan logistik untuk meluncurkan invasi penuh.
 
Namun, negeri itu telah merancang kapal angkut sipil untuk latihan amfibi tahunan guna meningkatkan dukungan logistik untuk setiap serangan Taiwan, kata kementerian itu, seraya menambahkan pihaknya memperkirakan kapal induk terbaru Tiongkok akan beroperasi tahun 2025.
 
“Invasi Rusia ke Ukraina juga sedang dipelajari oleh Tiongkok dan telah mendorong mereka untuk "memodifikasi" rencana serangan Taiwan mereka,” kata Kementerian Pertahanan Taiwan , tanpa menjelaskan lebih lanjut.
 
“Tiongkok telah secara substansial mengancam keamanan pertahanan negara kita dan membahayakan perdamaian, keamanan dan stabilitas di daerah dekat Selat Taiwan," kata laporan itu, menunjuk pada latihan Tiongkok yang telah meluas di luar rantai pulau pertama, sebuah langkah yang menurut kementerian dimaksudkan untuk dilakukan. menghentikan intervensi negara asing dalam serangan terhadap Taiwan.
 
Tiongkok juga dinilai dapat menggunakan “taktik zona abu-abu” untuk mengubah status quo militer, kata kementerian itu, termasuk dengan mengirim pesawat tak berawak, perahu karet ke wilayah Taiwan atau mengerahkan milisi laut.
 
Taiwan telah mengeluhkan pelecehan berulang kali oleh drone Tiongkok, dan pada hari Kamis menembak jatuh satu drone yang terbang di dekat pulau kecil yang dikuasai Taiwan di lepas pantai Tiongkok.

 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif