PM India Narendra Modi saat berbicara di Siliguri pada 10 April 2021. (Diptendu DUTTA / AFP)
PM India Narendra Modi saat berbicara di Siliguri pada 10 April 2021. (Diptendu DUTTA / AFP)

PM Modi Sebut India Terguncang oleh 'Badai' Covid-19

Internasional India Virus Korona covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Narendra Modi Vaksinasi covid-19 Vaksin untuk Indonesia
Willy Haryono • 25 April 2021 16:39
New Delhi: Perdana Menteri India Narendra Modi meminta semua warga untuk menerima vaksin Covid-19, dan mengatakan bahwa saat ini sebuah "badai" infeksi tengah mengguncang seatero negeri.
 
Pernyataan disampaikan PM Modi pada Minggu, 25 April 2021, di saat India kembali mencetak rekor kasus harian Covid-19 di atas 300 ribu selama empat hari berturut-turut.
 
Infeksi harian tersebut merupakan yang tertinggi sejauh ini dari negara manapun sejak awal pandemi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Semangat kita melonjak tinggi setelah berhasil menangani gelombang pertama," ucap PM Modi dalam pidato yang disampaikan melalui radio. "Namun badai kali ini sekali lagi mengguncang negara," sambungnya, dikutip dari laman Gulf Today.
 
Kepala Menteri Delhi Arvind Kejriwal menegaskan bahwa ibu kota India masih akan terus menerapkan kebijakan penguncian (lockdown) hingga 3 Mei mendatang. Lockdown dirasa perlu karena jumlah kasus Covid-19 di New Delhi dan sekitarnya relatif tinggi.
 
Gelombang kedua Covid-19 di India membuat banyak rumah sakit kewalahan menangani kedatangan pasien baru. Hal ini diperparah minimnya pasokan tabung oksigen, terutama untuk wilayah ibu kota.
 
Baca:  India Catat 2.000 Lebih Kematian Covid-19 dalam 24 Jam
 
Dalam konferensi pers beberapa hari lalu, Kejriwal sempat meminta pertolongan bantuan tabung oksigen demi mencegah terjadinya tragedi di New Delhi.
 
Pakistan, negara tetangga sekaligus rival India, telah menawarkan bantuan. Pakistan merasa perlu membantu India meski selama ini sering berselisih paham mengenai berbagai hal.
 
"Sebagai gestur solidaritas dengan masyarakat India di tengah gelombang Covid-19, Pakistan menawarkan bantuan kepada India, termasuk mengenai pengadaan ventilator, BiPAP, mesin sinar-x digital, alat pelindung diri, dan berbagai alat lainnya," ucap Kementerian Luar Negeri Pakistan.
 
Menlu Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengaku lebih mengedepankan kemanusiaan ketimbang rivalitas dalam membantu India.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif