Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri. Foto: AFP
Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri. Foto: AFP

PM Sri Lanka Mundur Setelah Bentrokan Disertai Kekerasan Merebak

Internasional Kerusuhan sri lanka
Fajar Nugraha • 09 Mei 2022 21:25
Kolombo: Perdana Menteri Sri Lanka Mahinda Rajapaksa mengundurkan diri Senin 9 Mei 2022. Pengunduran diri kata juru bicaranya, tak lama setelah bentrokan keras antara pendukungnya dan pengunjuk rasa anti-pemerintah menyebabkan 78 orang terluka.
 
Dia menawarkan pengunduran dirinya di tengah krisis ekonomi terburuk negara pulau itu sejak kemerdekaan yang telah menyebabkan protes luas.
 
“Pria berusia 76 tahun itu mengirim surat pengunduran dirinya kepada adiknya, Presiden Gotabaya Rajapaksa, untuk membuka jalan bagi pemerintah persatuan baru", kata juru bicara Rohan Weliwita, seperti dikutip dari AFP, Jumat 8 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Pihak berwenang Sri Lanka memberlakukan jam malam nasional dan mengerahkan tentara pada Senin 9 Mei setelah puluhan orang dirawat di rumah sakit ketika pendukung pemerintah bersenjatakan tongkat dan pentungan menyerang pemrotes,” kata wartawan AFP.
 
Duta Besar AS untuk Sri Lanka mengutuk "kekerasan terhadap pengunjuk rasa damai hari ini, dan meminta pemerintah untuk melakukan penyelidikan penuh, termasuk penangkapan & penuntutan siapa pun yang menghasut kekerasan".
 
Warga Sri Lanka telah mengalami hilangnya bahan kebutuhan hidup selama berbulan-bulan dan kekurangan makanan, bahan bakar, dan obat-obatan dalam krisis ekonomi terburuk di pulau itu sejak kemerdekaan, yang memicu protes anti-pemerintah selama berminggu-minggu yang sangat damai.
 
Namun pada Senin bentrokan terbesar sejak awal krisis meletus di Kolombo ketika pendukung keluarga Presiden Gotabaya Rajapaksa dan saudara Mahinda, perdana menteri, mengamuk.


Lebih dari 70 orang cedera

Polisi menembakkan gas air mata dan meriam air dan mengumumkan jam malam segera di Kolombo yang kemudian diperluas untuk mencakup seluruh negara kepulauan Asia Selatan yang berpenduduk 22 juta orang.
 
Sedikitnya 78 orang yang terluka dirawat di rumah sakit, kata juru bicara Rumah Sakit Nasional Kolombo Pushpa Soysa kepada AFP.
 
Para pejabat mengatakan bahwa pasukan anti huru hara militer dipanggil untuk memperkuat polisi. Tentara telah dikerahkan selama krisis untuk melindungi pengiriman bahan bakar dan kebutuhan penting lainnya tetapi sampai sekarang tidak untuk mencegah bentrokan.
 
Puluhan loyalis Rajapaksa menyerang pengunjuk rasa tak bersenjata yang berkemah di luar kantor presiden di kawasan pejalan kaki Galle Face di pusat kota Kolombo sejak 9 April.
 
Kekerasan dimulai setelah beberapa ribu pendukung Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa, yang didatangkan dengan bus dari daerah pedesaan, keluar dari kediaman resminya di dekatnya.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif