Unjuk rasa berlangsung setiap hari dalam memprotes krisis ekonomi terburuk di Sri Lanka. (AFP)
Unjuk rasa berlangsung setiap hari dalam memprotes krisis ekonomi terburuk di Sri Lanka. (AFP)

Presiden Sri Lanka Tunjuk 17 Menteri Baru, Copot 3 Saudaranya

Internasional Krisis Ekonomi sri lanka
Willy Haryono • 18 April 2022 20:13
Colombo: Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa menunjuk 17 menteri baru, namun mencopot dua saudara kandung dan satu keponakannya dari kabinet pada Senin, 18 April 2022. Perombakan kabinet ini dilakukan di tengah krisis ekonomi terparah di Sri Lanka sejak era kemerdekaan negara tersebut.
 
Dikutip dari TRT World, langkah perombakan dilakukan dalam merespons gelombang unjuk rasa yang telah berlangsung selama berpekan-pekan di Sri Lanka. Banyak warga Sri Lanka geram atas sulitnya mendapatkan bahan bakar dan makanan di tengah krisis ekonomi, dan mereka menyalahkan situasi ini kepada sang presiden.
 
Berulang kali demonstran mendesak agar Presiden Rajapaksa mundur, namun ia menegaskan akan tetap bertahan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:  Atasi Krisis Ekonomi, Sri Lanka Batasi Penggunaan Bahan Bakar Minyak
 
Kakak kandung presiden, Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa, tetap bertahan di kabinet baru. Sementara kakak tertua Rajapaksa, Chamal, dan satu adiknya, Basil, didepak dari kabinet.
 
Anak tertua Mahinda, Namal, juga disingkirkan dari kabinet. Namal, tokoh yang menjalankan Kementerian Olahraga Sri Lanka, sempat digadang-gadang akan menjadi pemimpin di masa mendatang.
 
Kabinet baru Sri Lanka beranggotakan 21 orang, berkurang tujuh dari periode sebelumnya. Kekosongan kabinet ini terjadi usai jajaran politisi Sri Lanka mengundurkan diri secara massal dalam merespons kemarahan warga atas praktik korupsi dan nepotisme.
 
Berbicara kepada jajaran menteri baru, Presiden Rajapaksa meminta dukungan mereka untuk menjalankan pemerintahan bersih dan efisien.
 
"Hari ini, sebagian besar institusi pemerintah berada di bawah kesulitan ekonomi serius, dan merupakah hal penting untuk memulihkannya," ujar Presiden Rajapaksa.
 
"Krisis ini adalah sebuah kesempatan untuk menghadirkan perubahan sistem yang diinginkan masyarakat," sambung dia.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif