Rudal Sarmat yang diuji coba oleh Rusia. Foto: AFP
Rudal Sarmat yang diuji coba oleh Rusia. Foto: AFP

Unjuk Kekuatan, Rusia Luncurkan Uji Coba Rudal Sarmat di Tengah Invasi ke Ukraina

Internasional ukraina rusia Rudal Rusia-Ukraina Perang Rusia-Ukraina
Marcheilla Ariesta • 21 April 2022 11:37
Moskow: Rusia unjuk kekuatan usai melakukan serangan ke Ukraina. Pada Rabu kemarin, Rusia meluncurkan uji coba rudal balistik antarbenua berkemampuan nuklir baru.
 
Presiden Rusia Vladimir Putin memperkirakan, peluncuran uji coba rudal itu akan membuat musuh Moskow berhenti dan berpikir. Putin mengatakan, rudal Sarmat yang telah lama ditunggu-tunggu telah diuji coba untuk pertama kalinya dari Plesetsk di barat laut Rusia dan mengenai sasaran di semenanjung Kamchatka.
 
Uji coba Sarmat, yang dikembangkan selama bertahun-tahun, tidak mengejutkan Barat, tetapi datang pada saat ketegangan geopolitik yang ekstrem. Rusia belum merebut kota-kota besar sejak mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina pada 24 Februari.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kompleks baru ini memiliki karakteristik taktis dan teknis tertinggi dan mampu mengatasi semua sarana pertahanan anti-rudal modern. Itu tidak memiliki analog di dunia dan tidak akan lama lagi," kata Putin, dilansir AFP, Kamis, 21 April 2022.
 
"Senjata yang benar-benar unik ini akan memperkuat potensi tempur angkatan bersenjata kita, memastikan keamanan Rusia dari ancaman eksternal dan menyediakan bahan pemikiran bagi mereka yang, dalam panasnya retorika agresif yang hiruk pikuk, mencoba mengancam negara kita," lanjut dia.
 
Sejak mengumumkan invasi pada delapan pekan lalu, Putin mengacu pada kekuatan nuklir Rusia dan memperingatkan Barat. "Setiap upaya untuk menghalanginya akan membawa Anda pada konsekuensi yang belum pernah Anda temui dalam sejarah," tuturnya.
 
Beberapa hari kemudian, dia memerintahkan pasukan nuklir Rusia untuk waspada.
 
“Prospek konflik nuklir, yang dulu tidak terpikirkan, sekarang kembali ke ranah kemungkinan,” kata Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres bulan lalu.
 
Kementerian pertahanan Rusia mengatakan kemarin bahwa Sarmat ditembakkan dari peluncur silo pada 15.12 waktu Moskow.
 
Jack Watling dari think-tank RUSI di London, Inggris mengatakan ada unsur sikap dan simbolisme yang terlibat, kurang dari tiga minggu sebelum parade Hari Kemenangan tahunan di mana Rusia memamerkan senjata terbarunya.
 
“Waktu pengujian mencerminkan keinginan Rusia untuk menunjukkan sesuatu sebagai pencapaian teknologi menjelang Hari Kemenangan, pada saat banyak teknologi mereka belum memberikan hasil yang mereka inginkan,” kata Watling.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif