Pameran Batik bertajuk Menamai berlangsung di Napier, Selandia Baru, 9 April 2022. (Kemenlu RI)
Pameran Batik bertajuk Menamai berlangsung di Napier, Selandia Baru, 9 April 2022. (Kemenlu RI)

Pameran Batik 'Menamai' Tuai Pujian dari Masyarakat Napier di Selandia Baru

Willy Haryono • 11 April 2022 12:38
Napier: Lebih dari 30 busana berbahan batik karya perancang Indonesia Arif Gerry Fauzi diperagakan di dalam peragaan "Menamai" di Creative Arts Napier, Selandia Baru pada 9 Maret lalu. Arif Gerry merupakan perancang asal Indonesia yang yang berdomisili di Selandia Baru sejak 2015.
 
Koleksi busana "Menamai" dari Arif Gerry, yang sebagian besarnya menampilkan busana sehari-hari dan gaun malam, mendapatkan pujian, antusiasme dan sambutan hangat dari Wali Kota Napier, Kirsten Wise serta masyarakat setempat dan Indonesia yang hadir.
 
Sebelum acara peragaan busana diselenggarakan, berlangsung kegiatan membatik yang terbagi dalam dua sesi. Terdapat 30 peserta masyarakat setempat yang berpartisipasi membatik dipandu oleh Sucitarini Delyana, pemilik Denaya Batik Yogyakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wise dalam sambutannya menyampaikan terima kasih dan memuji inisiatif Komunitas Masyarakat Indonesia Hawkes Bay (KAMIBAY) yang menggelar acara "Indonesian Batik, Workshop, Fashion Show & Exhibition" yang berlangsung dari tanggal 9-14 April. Acara ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman warga Napier dan sekitarnya mengenai Batik dan cara membatik serta budaya Indonesia.
 
Sang wali kota  berharap kegiatan yang baru peratama kali diselenggarakan ini dapat terus digalakan oleh Komunitas Indonesia dan Komunitas Etnis lainnya di Napier.
 
"Budaya multi kultural menambah warna kehidupan berbudaya di Selandia Baru," tambah Wise, berdasarkan keterangan di situs Kementerian Luar Negeri, Senin, 11 April 2022.
 
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Selandia Baru Fientje Maritje Suebu dalam sambutanya menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Wise yang hadir, dan kepada KAMIBAY yang menyelenggarakan kegiatan ini. Dubes Fientje merasa senang dengan kehadiran para penggemar batik, menunjukkan bahwa batik telah dikenal secara universal.
 
Batik dalam kehidupan budaya Indonesia sebagai warisan tradisi yang terus dipertahankan sampai saat ini. "Batik mempunyai berbagai motif antara lain seperti awan Panjang di Aotearoa, batik juga dapat digunakan pada berbagai kegiatan seperti dalam upacara perkawinan," jelas Dubes Fientje. Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Panitia yang sukses menyelenggarakan kegiatan event budaya ini.
 
Acara peragaan busana diawali tarian Bali dan diiring tembang Jawa. Sementara itu, batik yang dipamerkan adalah batik tulis dengan berbagai motif seperti kawung, truntum, parang, batik kumpeni, batik Cirebon dan lasem.
 
Baca:  KJRI San Francisco Gandeng Asian Art Museum Pamerkan Kain Tenun Ikat dan Batik
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif