Petugas kesehatan saat lakukan tes covid-19. Foto: AFP
Petugas kesehatan saat lakukan tes covid-19. Foto: AFP

Taiwan Laporkan Kematian Anak Pertama Akibat Covid-19

Internasional taiwan covid-19 pandemi covid-19
Medcom • 20 April 2022 11:55
Taipei: Taiwan melaporkan kematian anak pertama akibat covid-19 pada Selasa, 19 April 2022. Penyebaran lokal mencapai angka tertinggi dengan jumlah 1.626 kasus harian.
 
Sebagian besar kasus dilaporkan di Taiwan Utara, tepatnya Kota Taipei Baru, Taipei, Taoyuan, dan Keelung.
 
Menurut pernyataan salah satu rumah sakit di Taipei Baru, kesehatan seorang bocah laki-laki berusia dua tahun kian menurun sesaat setelah mulai menunjukkan gejala. Ia dalam keadaan tidak sadarkan diri dan demam tinggi ketika tiba di rumah sakit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sebelumnya, tidak ada kematian terkait covid-19 pada pasien di bawah 30 tahun.
 
“Melampaui 1.500 kasus, Taiwan telah menyentuh batas untuk menerapkan kebijakan karantina mandiri untuk kasus dengan gejala ringan. Ini dilakukan sebagai upaya mencegah penuhnya kapasitas rumah sakit dan fasilitas karantina lantaran diperuntukkan bagi pasien gejala berat,” ucap Menteri Kesehatan Chen Shih-chung, Selasa, 19 April 2022, seperti dikutip The Straits Times, Rabu 20 April 2022.
 
“Sepuluh kota dan kabupaten mulai menetapkan karantina rumah belum lama ini. Daerah lainnya diperkirakan akan menyusul dalam seminggu,” imbuhnya.
 
Ini merupakan gelombang kedua penyebaran domestik di Taiwan sejak awal pandemi tahun 2020, yang lebih serius dari sebelumnya. Lonjakan dimulai pada akhir Maret, dari 15 kasus pada 24 Maret kemudian melonjak hingga di atas 1.000 per hari sejak 15 April.
 
Gelombang pertama berlangsung dari Mei hingga Agustus tahun lalu, dengan jumlah kasus harian tertinggi 476 di bulan Juni.
 
Terlepas dari lonjakan kasus saat ini, peraturan wajib karantina sudah dilonggarkan, baik bagi pendatang dari luar negeri maupun masyarakat yang kontak dengan pasien positif covid-19. Masa karantina dikurangi dari 14 hari menjadi 10 hari, dan tidak diharuskan karantina di hotel apabila bisa melakukannya di rumah.
 
Selain itu, kasus positif tanpa gejala diperbolehkan mengakhiri karantina 10 hari setelah pertama kali tes positif, dan tidak diwajibkan tes lagi hingga hasil negatif. Sementara, pasien dengan gejala ringan bisa berhenti karantina 10 hari setelah mulai menunjukkan gejala.
 
Frekuensi tes juga diturunkan. Mulai Rabu, 20 April 2022, masyarakat yang kontak dengan orang positif covid-19 hanya akan dites sekali di hari karantina berakhir, di mana sebelumnya diharuskan empat tes dalam kurun waktu 17 hari.
 
Hal yang sama berlaku bagi pendatang dari luar negeri. Kedua kelompok tersebut akan diberikan satu rapid test antigen jika mengalami gejala setelah masa karantina berakhir.
 
Alat rapid test menjadi produk yang dicari-cari sejak kasus mulai melonjak pada awal April. Pada rapat rutin dengan parlemen Senin, 18 April 2022, Chen menyatakan pemerintah merencanakan penjatahan alat tersebut, yang hendak diluncurkan awal Mei.
 
Lima alat rapid test akan diberikan kepada setiap penduduk setiap pengambilan. Pemerintah berniat untuk bekerja sama dengan pabrik lokal untuk memproduksi 31 juta alat tes, juga impor 100 juta dalam mewujudkan rencana itu.
 
Sebagai tanggapan atas permintaan publik agar alat tes rapid test terjangkau, setiap alat akan dihargai sekitar 100 dolar Taiwan atau sekitar Rp49.000.
 
Hingga Selasa, 19 April 2022, Taiwan telah mencatat 37.710 kasus covid-19 dan 856 kematian sejak pandemi dimulai Januari 2020.
 
Hampir 80 persen populasinya sudah menerima dua dosis vaksinasi, dan sekitar 56 persen telah disuntik vaksin booster. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif