Ambulans membawa korban ledakan bom masjid di Kunduz, Afghanistan. Foto: AFP
Ambulans membawa korban ledakan bom masjid di Kunduz, Afghanistan. Foto: AFP

Belum Ada Pihak Mengaku Bertanggungjawab dalam Ledakan Afghanistan

Fajar Nugraha • 08 Oktober 2021 21:28
Kabul: Ledakan di sebuah masjid umat Syiah di Provinsi Kunduz, Afghanistan dikabarkan menewaskan lebih dari 100 orang pada Jumat 8 Oktober 2021. Hingga saat ini belum ada pihak yang mengaku bertanggungjawab.
 
"Informasi awal menunjukkan lebih dari 100 orang tewas dan terluka dalam ledakan bunuh diri di dalam masjid," kata misi PBB untuk Afghanistan dalam sebuah tweet, seperti dikutip AFP.
 
Baca: PBB: Lebih dari 100 Orang Tewas dan Terluka dalam Ledakan Masjid Afghanistan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun hingga saat ini belum ada kelompok yang segera mengaku bertanggungjawab dalam ledakan saat Salat Jumat itu.
 
Serangan itu telah menggarisbawahi tantangan keamanan bagi Taliban, yang mengambil alih negara itu pada Agustus dan sejak itu melakukan operasi terhadap sel-sel kelompok Islamic State (ISIS) di Kabul.
 
Muslim Syiah telah lama menjadi sasaran kekerasan oleh para ekstremis di Afghanistan yang didominasi Sunni. Taliban, yang mendapatkan kembali kendali atas negara itu setelah dua dekade tidak berkuasa, secara khusus menargetkan kelompok minoritas di masa lalu.
 
Ketika mereka terakhir memegang kekuasaan dari 1996 hingga 2001, Taliban membantai ratusan warga sipil Syiah. Menjelang penguasaan mereka atas ibu kota Afghanistan pada Agustus, Amnesty International mengatakan Taliban bertanggung jawab atas pembunuhan sembilan pria dari kelompok etnis Hazara, yang didominasi Syiah.
 
Sementara kelompok Islamic State Khorasan (ISIS-K) juga telah melakukan pengeboman mematikan baru-baru ini di Kabul. Pada Mei, kelompok tersebut mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap sebuah masjid di Kabul.
 
Kelompok ISIS-K juga dicurigai dalam serangan masjid lain di ibu kota pada Minggu yang menewaskan sedikitnya lima orang. ISIS juga terlibat dalam serangan terhadap minoritas agama di negara itu.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif