Pesawat Pakistan International Airlines jatuh di area permukiman warga di Karachi, Pakistan, Jumat 22 Mei 2020. (Foto: AFP/Rizwan TABASSUM)
Pesawat Pakistan International Airlines jatuh di area permukiman warga di Karachi, Pakistan, Jumat 22 Mei 2020. (Foto: AFP/Rizwan TABASSUM)

Dua Orang Selamat dalam Kecelakaan Pesawat di Pakistan

Internasional kecelakaan pesawat Kecelakaan Pesawat Pakistan
Willy Haryono • 23 Mei 2020 08:39
Karachi: Dua orang dilaporkan selamat dalam kecelakaan sebuah pesawat maskapai Pakistan International Airlines (PIA) di area permukiman warga di Karachi. Kecelakaan tersebut menewaskan sedikitnya 76 orang.
 
Salah satu korban selamat, Muhammad Zubair, mendeskripsikan pengalaman buruknya tersebut.
 
"Saya kehilangan kesadaran. Saat saya tersadar, ada begitu banyak asap dan teriakan," ucapnya, dikutip dari BBC, Sabtu 23 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pilot pesawat dengan penerbangan PK8303, yang membawa 91 penumpang dan delapan kru, mencoba mendarat di Bandara Internasional Jinnah. Pesawat kehilangan tenaga di bagian mesin saat mencoba mendarat untuk kali kedua.
 
Menara pengawas mengizinkan PK8303 untuk mendarat di Bandara Internasional Jinnah pada Jumat pukul 14.30 waktu setempat. Meski sudah mendapat izin, pilot memutuskan untuk berputar dan mencoba mendarat untuk kali kedua.
 
Alasan mengapa pilot berputar belum diketahui pasti, namun seorang pejabat penerbangan menduga pesawat tersebut mungkin tidak bisa mengeluarkan roda pendaratan. Sejumlah foto di media sosial memperlihatkan bekas terbakar di bagian mesin, tapi tidak terlihat ada roda pendaratan.
 
Sebuah audio yang disebut-sebut merupakan percakapan antara menara pengawas dan pilot telah dirilis di media lokal Pakistan. Dari audio itu terdengar "kedua mesin mati."
 
Menara pengawas kemudian bertanya apakah pilot akan mencoba melakukan metode pendaratan "belly landing," dan sang pilot menjawab, "mayday, mayday, mayday" -- percakapan berakhir di sana.
 
Zubair mengatakan periode waktu antara percobaan pendaratan pertama dan kecelakaan berkisar 10 hingga 15 menit. "Tidak ada orang yang menyadari bahwa pesawat akan jatuh. Pilot menerbangkan pesawatnya dengan mulus," ujar Zubair.
 
Tim investigator akan berusaha mendapatkan kotak hitam untuk membantu menentukan penyebab pasti kecelakaan. Sebuah komite investigasi telah dibentuk.
 
PIA mengatakan pesawat tersebut telah beroperasi sejak 2014, dan lulus inspeksi tahunan pada November 2019.

 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif