Korut kembali luncurkan dua rudal balistik, salah satunya jatuh di Laut Jepang./AFP
Korut kembali luncurkan dua rudal balistik, salah satunya jatuh di Laut Jepang./AFP

Duh, Korut Luncurkan 2 Rudal Balistik Lagi Pagi Ini

Marcheilla Ariesta • 06 Oktober 2022 07:34
Pyongyang: Korea Utara (Korut) meluncurkan dua rudal balistik lagi Kamis, 6 Oktober 2022 pagi waktu setempat. Salah satu rudalnya mendarat di Laut Jepang.
 
Sementara itu, rudal kedua masih mendarat di wilayah Korea Utara.
 
Tidak jelas apakah peluncuran itu sebagai tanggapan atas pengumuman Kepala Staf Gabungan Korea Selatan bahwa kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Ronald Reagan akan kembali ke perairan timur Korea Selatan (Korsel). Kapal induk itu adalah bagian dari latihan minggu lalu dengan Korea Selatan dan Jepang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kantor Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida juga mengumumkan tentang peluncuran rudal tersebut, tetapi tidak segera memberikan rinciannya.
 
"Peluncuran itu merupakan tembakan senjata putaran keenam Korea Utara dalam waktu kurang dari dua minggu, yang telah memicu kecaman dari AS dan negara-negara lain," demikian dilaporkan CBS News.
 
Baca juga: Makin Panas, Korsel-AS Tembakkan Peluru Kendali Balas Kelakuan Korut
 
Peluncuran itu juga terjadi hanya dua hari setelah Korea Utara menembakkan rudal jarak menengah ke atas Jepang untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Pakar asing mengatakan rudal yang ditembakkan Selasa lalu melibatkan senjata yang mampu mencapai wilayah Pasifik AS di Guam dan sekitarnya.
 
Negara ini telah menembakkan hampir 40 rudal balistik di sekitar 20 acara peluncuran yang berbeda tahun ini. Mereka mengeksploitasi perang Rusia di Ukraina dan mengakibatkan perpecahan yang mendalam di Dewan Keamanan PBB untuk mempercepat pengembangan senjatanya tanpa risiko sanksi lebih lanjut.
 
Serangkaian tes senjata Korea Utara dalam beberapa hari terakhir terjadi setelah AS melakukan latihan militer dengan Korea Selatan dan Jepang di perairan lepas pantai timur Semenanjung Korea.
 
Latihan pada Selasa lalu dilakukan untuk menunjukkan kemampuan bersama mencegah serangan Korea Utara di Selatan. Sekutu melakukan pelatihan pengeboman yang dijalankan oleh jet tempur F-15 menggunakan amunisi presisi dan masing-masing meluncurkan dua rudal yang merupakan bagian dari Sistem Rudal Taktis Angkatan Darat.
 
Namun, salah satu rudal balistik Korea Selatan tidak berfungsi dan jatuh di darat selama latihan, dengan suara ledakan dan kebakaran berikutnya memicu kepanikan di antara penduduk di kota pesisir Gangneung.
 
Korea Utara memandang latihan semacam itu sebagai latihan invasi. Negara itu meluncurkan rudalnya sendiri beberapa jam sebelum latihan dalam demonstrasi paling provokatif sejak 2017.
 
Rudal balistik berkemampuan nuklir yang diluncurkan memiliki jangkauan yang mampu menyerang Guam, yang merupakan rumah bagi salah satu fasilitas militer terbesar yang dikelola oleh AS di  Asia. Korea Utara pada 2017 juga menguji coba rudal yang mampu menghantam daratan Amerika Serikat.
 
Setelah peluncuran Selasa kemarin, Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Albania, Norwegia dan Irlandia menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB.
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif