Seorang pekerja menyemprotkan disinfektan di salah satu gedung di Pyongyang, Korut, 18 Maret 2022. (KIM Won Jin / AFP)
Seorang pekerja menyemprotkan disinfektan di salah satu gedung di Pyongyang, Korut, 18 Maret 2022. (KIM Won Jin / AFP)

Korut Mobilisasi Militer untuk Lawan Covid-19

Medcom • 17 Mei 2022 16:04
Seoul: Korea Utara (Korut) memobilisasi militer untuk mendistribusikan obat-obatan dan mengerahkan lebih dari 10.000 tenaga kesehatan untuk membantu melacak pasien potensial Covid-19. Pengerahan dilakukan di saat Korut berusaha memberantas wabah Covid-19, sebagaimana dilaporkan media Korean Central News Agency (KCNA), Selasa, 17 Mei 2022.
 
Negara yang terisolasi itu kini menghadapi wabah pertama Covid-19 sejak pandemi muncul dua tahun lalu. Hal ini memicu kekhawatiran akan terjadinya krisis besar akibat kurangnya infrastruktur dan alat-alat kesehatan di Korut.
 
Markas besar pencegahan epidemi darurat Korut melaporkan 269.510 kasus gejala "demam," sehingga jumlah total menjadi 1.483.060. Sementara itu, jumlah kematian bertambah menjadi 56 pada Senin, 16 Mei 2022 malam. Tidak disebutkan berapa banyak orang yang dinyatakan positif Covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menyusul perintah dari pemimpin Korut Kim Jong-un, korps medis dikerahkan untuk meningkatkan pasokan obat-obatan di ibu kota Pyongyang yang merupakan pusat epidemi saat ini.
 
Misi tim itu bertujuan "meredakan krisis kesehatan masyarakat" di Pyongyang.
 
Beberapa anggota senior dari politbiro Partai Buruh Korut mengunjungi apotek dan kantor manajemen obat-obatan untuk memeriksa persediaan dan permintaan produk, setelah Kim mengkritik distribusi obat-obatan yang tidak efektif.
 
"Mereka menyerukan agar dibuat aturan yang lebih ketat dalam menjaga dan menangani sumber daya kesehatan, dengan tetap menjaga prinsip mengutamakan permintaan dan kenyamanan masyarakat," lapor KCNA.
 
Baca:  Kim Jong-un Salahkan Pejabat atas Kematian Akibat Covid-19 di Korut
 
Upaya pelacakan atau tracing juga ditingkatkan. Sekitar 11.000 pejabat kesehatan, guru, dan mahasiswa kedokteran Korut turut serta dalam "pemeriksaan medis intensif semua penduduk" untuk menemukan dan merawat warga yang mengalami gejala demam.
 
Berbagai sektor ekonomi nasional Korut mempertahankan produksi dan konstruksi, namun dengan tetap mengambil langkah-langkah dalam melawan Covid-19 secara menyeluruh. Kim telah memerintahkan agar aktivitas terbatas diizinkan di setiap kota dan kabupaten.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan bahwa Covid-19 mungkin sudah menyebar dengan cepat di Korut, negara yang tidak mempunyai program vaksinasi dan menolak bantuan internasional.
 
Senin kemarin, Korea Selatan menawarkan pengiriman peralatan medis, seperti vaksin, masker dan alat tes, juga kerja sama teknis ke Korut. Namun sejauh ini, Korut belum menanggapi tawaran negara tetangganya itu. 
 
Kementerian Luar Negeri AS mengaku prihatin dengan potensi dampak wabah di tengah masyarakat Korut. AS menyerukan adanya bantuan untuk Korut, termasuk pengiriman vaksin.
 
Utusan AS untuk Korea Utara, Sung Kim, telah melakukan panggilan telepon dengan negosiator nuklir baru Korsel Kim Gunn. Ia tidak mengelaborasi lebih lanjut mengenai detail pembicaraan tersebut. (Kaylina Ivani)
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif