Militan Taliban saat mulai menguasai Kabul, Afghanistan. Foto: AFP
Militan Taliban saat mulai menguasai Kabul, Afghanistan. Foto: AFP

Kaleidoskop Internasional 2021

Afghanistan Kini Dibawah Cengkraman Taliban

Internasional Taliban afghanistan taliban afghanistan Pemerintahan Baru Taliban Kaleidoskop 2021 Kaleidoskop Internasional 2021
Marcheilla Ariesta • 31 Desember 2021 07:07
Jakarta: Setelah 20 tahun perang Afghanistan, Taliban kembali berkuasa di negara itu. Hal ini terjadi setelah pasukan asing menarik diri dari Afghanistan sesuai kesepakatan antara Amerika Serikat (AS) dengan Taliban, yang mereka singkirkan dari kekuasaan pada 2001.
 
Tepatnya Minggu, 15 Agustus 2021, Taliban kembali merebut ibu kota Afghanistan, Kabul, setelah tersingkir 20 tahun lamanya akibat digulingkan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya. Buntut jatuhnya Kabul ke Taliban membuat banyak warga panik. Suasana mencekam menyelimuti ibu kota.
 
Pada awal Agustus, Taliban berhasil menguasai sekitar separuh Afghanistan tanpa perlawanan berarti. Pasukan pemerintah kabur, bersembunyi dan akhirnya kekuasaan itu jatuh ke kelompok Islam garis keras ini.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Washington kala itu mengatakan, akan mempertahankan 650 hingga 1.000 tentara untuk menjaga kedutaannya, bandara Kabul, dan instalasi pemerintah penting lainnya. Sedangkan Taliban sudah mewanti-wanti sisa pasukan itu dapat menjadi target.
 
Kekhawatiran lainnya, yang hingga saat ini jadi perhatian internasional, yaitu Afghanistan menjadi tempat pelatihan terorisme. Para pejabat Taliban bersikeras mereka akan sepenuhnya mematuhi kesepakatan, dan mencegah kelompok apa pun menggunakan Afghanistan sebagai basis serangan terhadap AS dan sekutunya.
 
Mereka berkata, hanya ingin menerapkan 'pemerintahan Islam' dan tidak akan menimbulkan ancaman bagi negara lain. Sehari setelah merebut ibu kota, Taliban mengatakan akan memberikan kebebasan bagi perempuan untuk mendapat pendidikan layak dan pekerjaan.
 
Janji yang hingga kini masih belum dipenuhi sepenuhnya oleh mereka.


Siapa kelompok Taliban?

Taliban adalah kelompok milisi yang muncul dari perang saudara setelah penarikan pasukan Uni Soviet pada 1989, terutama di barat daya dan perbatasan Pakistan. Mereka bersumpah memerangi korupsi dan meningkatkan keamanan, tetapi juga menerapkan hukum Islam yang keras.
 
Pria wajib menumbuhkan janggut dan wanita harus mengenakan burka. Televisi, musik, dan bioskop dilarang di Afghanistan. Siapapun yang melarang, tak segan-segan pasukan membunuhnya.
 
Pada 1998 mereka menguasai hampir seluruh Afghanistan, dan setelah terpojok akibat perang Afghanistan-Amerika Serikat, mereka berkumpul lagi di perbatasan Pakistan. Dengan 85.000 prajurit, Taliban terkini dianggap lebih kuat daripada sejak 2001.

Situasi Afghanistan saat ini

Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP) memperingatkan jika sistem keuangan Afghanistan akan runtuh dalam beberapa bulan ke depan. Disinyalir hal ini terjadi karena sejumlah besar orang yang tidak bisa membayar kembali pinjaman, suku bunga deposito yang lebih rendah dan krisis likuiditas tunai.
 
Ekonomi Afghanistan terjun bebas sejak sebagian besar dukungan pembangunan asing dicabut usai Taliban merebut kekuasaan. Situasi ini memberikan tekanan besar pada sistem perbankan yang menetapkan batas penarikan mingguan untuk menghentikan kehabisan simpanan.
 
Saat ini, Taliban mencari dukungan internasional untuk menjadi pemerintah yang sah di Afghanistan. Sejumlah janji diucapkan agar memperoleh keinginan mereka tersebut.
 
Hingga kini, tak ada satupun negara yang memberikan keinginan Taliban menjadi pemerintah yang sah di Afghanistan. Semua negara, termasuk Indonesia, meminta agar Taliban memenuhi dahulu janji-janjinya - walaupun tidak mengatakan akan memberikan dukungan.
 
Namun, Taliban sepertinya cukup serius untuk menjalankan pemerintahan yang moderat. Hal ini disebabkan, pejabat kelompok itu pernah melakukan 'studi banding' Islam moderat di Indonesia.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif