Pernyataan Kim disampaikan ketika Korea Utara melakukan apa yang disebut KCNA sebagai latihan untuk meningkatkan kemampuan serangan nuklir taktis serta pencegahan perang sepanjang Sabtu dan Minggu kemarin.
Latihan ini disebut Korea Utara bertujuan mengirim peringatan keras terhadap AS dan para sekutunya.
Dalam latihan tersebut, sebuah rudal balistik yang dilengkapi hulu ledak nuklir tiruan terbang sejauh 800 kilometer, sebelum akhirnya mengenai sasaran di ketinggian 800 meter di bawah skenario serangan nuklir taktis, kata KCNA.
Korea Selatan dan Jepang melaporkan peluncuran rudal balistik jarak pendek Korea Utara di lepas pantai timur pada hari Minggu kemarin. Itu merupakan peluncuran terbaru dari serangkaian uji coba rudal Korea Utara dalam beberapa pekan terakhir.
Korea Utara telah bereaksi keras terhadap latihan militer gabungan AS-Korsel, menyebutnya sebagai latihan invasi terhadap Pyongyang. AS dan Korsel telah melakukan latihan gabungan tahunan mereka sejak awal bulan ini.
Dalam laporan lain, KCNA mengatakan lebih dari 1,4 juta warga Korea Utara telah secara sukarela bergabung atau mendaftar kembali di militer untuk berperang melawan Washington dan Seoul.
Angkanya naik dari sekitar 800.000 yang dilaporkan KCNA dua hari sebelumnya.
Baca juga: 800.000 Pemuda Korea Utara Diklaim Siap Berperang Melawan AS
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Medcom.id
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News