Personel Taliban bersiaga dekat rumah sakit tempat terjadinya serangan ISIS di Kabul, Afghanistan, 2 November 2021. (WAKIL KOHSAR / AFP)
Personel Taliban bersiaga dekat rumah sakit tempat terjadinya serangan ISIS di Kabul, Afghanistan, 2 November 2021. (WAKIL KOHSAR / AFP)

ISIS-K Klaim Ledakan di RS Militer Kabul, Korban Tewas Jadi 19 Orang

Internasional konflik afghanistan Taliban afghanistan isis ledakan afghanistan ISIS-K
Willy Haryono • 03 November 2021 08:17
Kabul: Islamic State Khorasan (ISIS-K), kelompok afiliasi ISIS cabang Afghanistan, mengklaim bertanggung jawab atas ledakan yang terjadi pada Selasa kemarin di sebuah rumah sakit militer di Kabul. Serangan tersebut menewaskan setidaknya 19 orang dan melukai lebih dari 50 lainnya.
 
Melalui saluran Telegram, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas penembakan dan serangan bom di rumah sakit Kabul.
 
"Lima militan Islamic State melancarkan serangan terkoordinasi di Kabul," ujar ISIS-K di Telegram, dilansir dari Arutz Sheva, Rabu, 3 November 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kelompok Taliban mengonfirmasi bahwa serangan terbaru di Kabul dilancarkan oleh ISIS. "Pemberontak ISIS ingin menyerang warga sipil, dokter, dan pasien di sebuah rumah sakit," tutur juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid.
 
Ia mengklaim jajarannya mampu menghalau serangan tersebut dalam kurun waktu 15 menit.
 
Baca:  Bom di RS Militer Kabul Tewaskan 15 Orang
 
Serangan terjadi saat seorang militan ISIS-K meledakkan bom bunuh diri dekat pintu masuk rumah sakit. Setelah itu, para militan ISIS-K lainnya masuk ke area rumah sakit dan melepaskan tembakan.
 
"Sebanyak 19 jasad korban dan sekitar 50 korban luka telah dibawa ke beberapa rumah sakit di Kabul," sebut seorang pejabat di Kementerian Kesehatan Afghanistan.
 
Mujahid mengklaim angka korban tewas tidak mencapai 19, namun mengonfirmasi dua anggota Taliban, dua perempuan, dan satu anak-anak tewas di luar area rumah sakit.
 
ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah serangan di Afghanistan sejak Taliban berkuasa kembali pada pertengahan Agustus lalu usai kepergian pasukan Amerika Serikat.
 
Di awal Oktober, ISIS-K mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di sebuah masjid Syiah di Kunduz, Afghanistan, yang menewaskan 46 orang dan melukai lebih dari 140 lainnya.
 
Sebelumnya, ISIS-K juga mengklaim serangan bom bunuh di bandara Kabul, yang telah menewaskan 13 prajurit AS saat masa evakuasi.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif