Prajurit Korsel bersiaga penuh di Zona Demiliterisasi atau DMZ. (Foto: AFP)
Prajurit Korsel bersiaga penuh di Zona Demiliterisasi atau DMZ. (Foto: AFP)

Korsel Bertekad Balas Segala Bentuk Aksi Militer Korut

Willy Haryono • 17 Juni 2020 11:19
Seoul: Korea Selatan bertekad akan membalas segala aksi militer Korea Utara usai Pyongyang mengancam hendak mengirim pasukan dan juga mendirikan pos penjagaan di sekitar Zona Demiliterisasi (DMZ). Tidak hanya itu, Korut juga mengancam akan kembali memulai latihan militer di area perbatasan.
 
Ketegangan terbaru ini dipicu beredarnya pamflet anti-Pyongyang yang dikirim sekelompok aktivis ke arah Korut dengan menggunakan balon.
 
"Korut akan membayar harga atas segala bentuk aksi militer," kata Mayor Jenderal Jeon Dong-jin dari Kepala Staf Gabungan Korsel kepada awak media.

"Kami terus mengawasi pergerakan pasukan Korut dari waktu ke waktu. Militer kami bersiaga penuh, dan akan terus berupaya menghentikan ketegangan," sambungnya, dikutip dari Nikkei Asian Review, Rabu 17 Juni 2020.
 
Rabu ini, juru bicara militer Korut mengaku akan mengerahkan unit level resimen ke area pariwisata Gunung Kumgang dan juga kompleks industri Kaesong. Dua lokasi tersebut merupakan proyek gabungan Korut dan Korsel yang kini sudah ditutup.
 
Korut juga berencana mengirim pamflet propaganda anti-Seoul ke arah Korsel. Relatif bungkam dalam beberapa hari terakhir, istana kepresidenan Korsel (Blue House) akhirnya angka bicara.
 
Seoul menegaskan sudah tidak dapat lagi memberikan toleransi terhadap ancaman Korut, terutama yang dilayangkan kepada Presiden Korsel Moon Jae-in.
 
Yoon Do-han, sekretaris komunikasi senior untuk Moon, mengatakan bahwa ancaman Korut telah melukai rasa saling percaya yang terbangun antara sang presiden dengan pemimpin Korut, Kim Jong-un.
 
"Kami mengingatkan bahwa kami sudah tidak bisa lagi memberikan toleransi atas kata-kata tak masuk akal (Korut)," sebut Yoon kepada awak media. "Kata-kata semacam itu tidak membantu Korut. Kami berharap Korut bisa menggunakan etika dasar mulai saat ini," lanjutnya.
 
Presiden Moon telah menyerukan agar Korut menahan diri dan kembali ke jalan dialog. Ia dikabarkan telah meminta Korut mengirim utusan untuk keperluan dialog.
 
Adik dari pemimpin Korut Kim Jong-un, Kim Yo-jong, menolak mentah-mentah tawaran Moon dan menyebutnya sebagai sebuah "proposal jahat."
 
Selasa kemarin, Kementerian Unifikasi Korea mengonfirmasi bahwa Korut telah menghancurkan antar-Korea di kota Kaesong pada pukul 14.49 waktu setempat. Penghancuran gedung merupakan bentuk kekesalan Korut atas beredarnya pamflet anti-Pyongyang.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan