Vaksin covid-19 yang dikembangkan Johnson & Johnson. (AFP)
Vaksin covid-19 yang dikembangkan Johnson & Johnson. (AFP)

Australia Tidak Akan Gunakan Vaksin Johnson & Johnson

Willy Haryono • 13 April 2021 13:28
Canberra: Australia tidak akan menggunakan vaksin Covid-19 buatan Johnson & Johnson dalam program vaksinasi nasional mereka. Padahal, vaksin ini memiliki keunggulan tersendiri dari produk merek lain, yakni hanya membutuhkan satu dosis per individu.
 
Pemerintah federal Australia telah berbicara dengan Johnson & Johnson mengenai kemungkinan pengadaan vaksin Covid-19. Johnson & Johnson juga telah mengajukan izin penggunaan darurat kepada regulator Australia.
 
Vaksin Johnson & Johnson merupakan produk yang dikembangkan dengan teknologi serupa dengan AstraZeneca. Juru bicara untuk Menteri Kesehatan Australia Greg Hunt mengatakan justru karena kemiripan itulah, Australia memutuskan tidak akan menggunakan vaksin Johnson & Johnson.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dilansir dari laman rnz pada Selasa, 13 April 2021, kabar penolakan Australia muncul saat pemerintahan Perdana Menteri Scott Morrison sedang berusaha menambah pasokan vaksin Covid-19.
 
Pasokan vaksin di Australia mulai menipis karena pemerintah menangguhkan penggunaan vaksin AstraZeneca atas kekhawatiran pembekuan darah.
 
Baca:  Menkes Australia Dirawat Setelah Divaksin Covid-19
 
Di bahwa panduan terbaru, vaksin buatan Pfizer-BioNTech menjadi pilihan utama di Australia bagi warga berusia 50 tahun ke bawah.
 
Akhir pekan kemarin, dikonfirmasi bahwa Australia telah memesan tambahan 20 juta dosis vaksin Pfizer-BioNTech. Australia juga sudah membuat kesepakatan dengan Novavax, namun vaksinnya belum mendapat izin penggunaan di Negeri Kanguru.
 
Mengenai penolakan penggunaan vaksin Johnson & Johnson, oposisi Australia meminta penjelasan dari pemerintahan PM Morrison. Mark Butler, menkes bayangan Australia, menegaskan bahwa tambahan vaksin diperlukan demi mendorong laju vaksinasi.
 
"Vaksin (Johnson & Johnson) ini sudah disalurkan di AS, dan akan disalurkan di Britania Raya dalam waktu singkat. Jika pemerintah memutuskan tidak memakainya, maka alasannya apa?" tanya Butler.
 
"Saya rasa ini adalah masalah di Australia, saluran komunikasi dari pemerintah federal sudah ditutup," sambungnya.

Vaksin untuk Indonesia

Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.
 
"Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.
 
Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.
 
 
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif