Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. Foto: AFP
Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne. Foto: AFP

Australia Desak Penerapan Lima Konsensus ASEAN Secepat Mungkin

Internasional Australia asean politik myanmar aung san suu kyi Kudeta Myanmar Protes Myanmar
Willy Haryono • 26 April 2021 19:01
Canberra: Sejak kudeta 1 Februari, Australia secara konsisten menyerukan rezim militer untuk mengekang diri, menahan diri dari kekerasan. Tidak hanya itu, Pemerintah Australia mendesak junta Myanmar membebaskan semua yang ditahan dan mengambil bagian dalam dialog.
 
Australia mengutuk penggunaan kekuatan mematikan terus menerus dan mengerikan terhadap warga sipil di Myanmar, termasuk perempuan dan anak-anak. Negeri Kanguru juga menyuarakan prihatin dengan implikasi dari memburuknya situasi di Myanmar terhadap stabilitas regional.
 
Baca: ASEAN Sepakati 5 Poin Konsensus Terkait Myanmar.
 
Menyusul Pertemuan Pemimpin ASEAN, Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne memuji kepemimpinan ASEAN dan kepemimpinan Brunei Darussalam sebagai Ketua ASEAN, dalam keadaan sulit, mempertemukan pihak-pihak regional untuk bersama-sama membahas krisis di Myanmar yang melengserkan Aung San Suu Kyi. Payne juga menyambut baik lima poin konsensus tentang situasi di Myanmar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Sebagai Mitra Dialog pertama ASEAN, kami berkomitmen kuat untuk mendukung upaya ASEAN secara konstruktif. Kami mendesak penerapan lima poin konsensus segera mungkin,” ujar Menlu Payne, dalam keterangan tertulis Kedubes Australia yang diterima Medcom.id, Senin 26 April 2021.
 
“Australia memandang ASEAN sebagai inti dari Indo-Pasifik yang terbuka, stabil, dan tangguh. Organisasi ini memiliki peran penting untuk dilakukan dalam memetakan jalan keluar dari krisis saat ini,” tegasnya.
 
Untuk mendukung upaya ini dan lima poin konsensus yang disepakati pada Pertemuan Pemimpin ASEAN, Australia akan memberikan 5 juta dolar Australia kepada Pusat Koordinasi Bantuan Kemanusiaan ASEAN untuk Pengendalian Bencana guna menyediakan bantuan kemanusiaan kepada Myanmar.
 
“Australia akan terus bekerja sama dengan mitra regional kami, khususnya ASEAN, untuk meredakan situasi di Myanmar dan mendukung upaya regional menuju penyelesaian masalah. Pengaturan kebijakan Australia tentang Myanmar, termasuk opsi sanksi, akan terus ditinjau untuk mendukung rakyat Myanmar,” imbuh Payne.
 
Pada pertemuan di Sekretariat ASEAN di Jakarta pada Sabtu 24 April para pemimpin ASEAN sepakati lima konsensus. Isi dari konsensus ini termasuk:
 
- Segera menghentikan kekerasan.
 
- Dimulainya dialog membangun di antara semua pihak terkait.
 
- Utusan khusus Ketua ASEAN yang akan memfasilitasi mediasi proses dialog, dengan bantuan Sekretaris Jenderal ASEAN.
 
- Pemberian bantuan kemanusiaan ASEAN melalui Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan terhadap Pengendalian Bencana.
 
- Kunjungan ke Myanmar oleh Utusan Khusus dan delegasi untuk bertemu dengan seluruh pihak terkait.
 
Pernyataan ini sudah disetujui oleh seluruh pemimpin ASEAN dalam pertemuan ASEAN Leaders Meeting mengenai Myanmar yang dilakukan di Indonesia. Brunei Darussalam memimpin pertemuan tersebut yang juga dihadiri pemimpin militer Myanmar, Min Aung Hlaing.
 
Pertemuan itu diikuti oleh tujuh kepala negara/pemerintah negara anggota ASEAN. Tiga kepala negara lainnya, yakni Filipina, Thailand dan Laos tidak bisa hadir karena menghadapi lonjakan kasus covid-19.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif