Pekerja mengangkut buah delima yang hendak dikirim ke Pakistan dari sebuah pasar di Kabul, Afghanistan, 11 November 2021. (Hector RETAMAL / AFP)
Pekerja mengangkut buah delima yang hendak dikirim ke Pakistan dari sebuah pasar di Kabul, Afghanistan, 11 November 2021. (Hector RETAMAL / AFP)

Taliban Sebut Krisis Kemanusiaan Afghanistan Terjadi Sebelum Mereka Berkuasa

Internasional Amerika Serikat Taliban afghanistan taliban afghanistan Krisis Kemanusiaan di Afghanistan
Willy Haryono • 21 November 2021 14:04
Kabul: Kelompok Taliban meminta Amerika Serikat untuk memainkan peranannya dalam mengatasi krisis kemanusiaan di Afghanistan. Menurut Taliban, AS harus ikut bertanggung jawab karena krisis kemanusiaan di Afghanistan sudah terjadi sebelum kelompok mereka kembali merebut kekuasaan.
 
Taliban kembali berkuasa di Afghanistan dalam sebuah operasi kilat pada Agustus lalu, setelah mereka sempat terdepak dari kekuasaan di tahun 2001.
 
Pernyataan terbaru Taliban merupakan respons atas ucapan Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan, Thomas West. Melalui Twitter, West mengatakan Washington sudah berulang kali menekankan kepada Taliban bahwa jika mereka merebut kekuasaan dengan cara kekerasan, bukan negosiasi, maka penyaluran bantuan non-kemanusiaan ke Afghanistan akan dihentikan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bukan sekadar ancaman, AS benar-benar menghentikan aliran bantuan non-kemanusiaan dari ke Afghanistan.
 
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan bentukan Taliban, Abdul Qahar Balkhi, menilai pernyataan AS tersebut secara tidak langsung mengakui krisis kemanusiaan di Afghanistan sudah terjadi sebelum Agustus tahun ini.
 
"Masalah ekonomi (di Afghanistan) telah diwariskan ke pemerintahan baru. Itulah kenapa, semua pihak harus menjalankan tanggung jawab masing-masing dalam mengatasi isu ini," ujar Balkhi, dilansir dari Anadolu Agency, Minggu, 21 November 2021.
 
Saat ini, West mengatakan bahwa Washington masih akan terus mengawasi dan menjalin diplomasi secara terang-terangan dengan Taliban. Ia juga menekankan akan terus mendukung masyarakat Afghanistan dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan.
 
"Kami telah memberikan USD474 juta tahun ini (untuk masyarakat Afghanistan). Kami mengapresiasi upaya para mitra dan sekutu kami dalam membantu PBB serta aktor-aktor kemanusiaan meningkatkan kebutuhan (masyarakat Afghanistan) pada musim dingin tahun ini," tulis West di Twitter.
 
Baca:  PBB: Hampir 23 Juta Warga Afghanistan Hadapi Kelaparan Akut
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif