Anggota militan Taliban di Kabul, Afghanistan. Foto: AFP
Anggota militan Taliban di Kabul, Afghanistan. Foto: AFP

PBB: Taliban Tak Mampu Atasi ISIS di Afghanistan

Internasional pbb Taliban afghanistan taliban afghanistan ISIS-K
Medcom • 18 November 2021 17:06
Washington: Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Deborah Lyons memperingatkan, Taliban telah terbukti tidak mampu mencegah pertumbuhan Islamic State (ISIS) di Afghanistan.  Peringatan tersebut disampaikan pada Rabu, 17 November 2021.
 
Dilansir dari Anadolu Agency, Kamis, 18 November 2021, Lyons yang merupakan utusan khusus Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB (DK PBB), kelompok teroris telah berkembang dari hanya “beberapa provinsi dan Kabul” menjadi “di hampir semua” wilayah negara, serta “semakin aktif.”
 
Lyons menunjuk data yang mengindikasikan kelompok tersebut telah secara dramatis meningkatkan serangan di seluruh negeri sejak pertengahan Agustus lalu. Saa itu, Taliban semakin mengambil wilayah dari bekas pemerintah yang diakui secara internasional. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Wilayah tersebut termasuk 13 serangan di paruh kedua Agustus, 38 serang pada September dan 48 serang pada bulan berikutnya. Sementara afiliasi ISIS di Afghanistan mengklaim, hanya 60 serangan pada 2020.
 
“Taliban bersikeras bahwa mereka melakukan kampanye bersama melawan ISIS-K (Islamic State-Khorasan), tetapi kampanye ini mengkhawatirkan karena tampaknya sangat bergantung pada penahanan ekstra-yudisial dan pembunuhan terhadap tersangka anggota ISILKP,” kata Lyons, menggunakan akronim yang merujuk pada alternatif nama untuk kelompok ISIS Provinsi Khorasan.
 
“Ini adalah area yang layak mendapat perhatian lebih dari komunitas internasional,” ucap Lyons.
 
Sementara itu, ekonomi Afghanistan dilaporkan telah terjun bebas setelah perebutan kekuasaan oleh Taliban, dengan pengurangan sekitar 40 persen dalam produk domestik bruto (PDB) sejak Agustus.  Lyons memperingatkan, apabila situasinya semakin memburuk, itu akan “meningkatkan risiko ekstremisme.”
 
“Kemerosotan ekonomi formal yang terus berlanjut akan memberikan dorongan bagi ekonomi informal, termasuk obat-obatan terlarang, aliran senjata dan perdagangan manusia,” ujar Lyons.
 
“Kita harus fokus selama tiga atau empat bulan ke depan untuk membantu warga Afghanistan yang paling rentan bertahan di musim dingin. Kita harus melakukannya tanpa merusak institusi dan mekanisme penanganan yang menjaga populasi lainnya agar tidak tergelincir ke dalam kerentanan yang lebih besar,” pungkasnya. (Nadia Ayu Soraya)

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif