Polisi Australia saat bertugas. Foto: AFP
Polisi Australia saat bertugas. Foto: AFP

Kepolisian Australia Selidiki Insiden Istana Balon yang Menewaskan 5 Anak

Internasional Australia Istana Balon Terbawa Angin
Medcom • 17 Desember 2021 15:49
Tasmania: Kepolisian Australia mengatakan mereka tengah menyelidiki apakah sebuah istana balon ditambatkan ke tanah sebelum embusan angin meniupnya ke udara. Insiden itu menewaskan lima anak di pesta akhir sekolah.
 
Dilansir dari AFP, Jumat, 17 Desember 2021, pihak kepolisian mengatakan, tiga anak laki-laki berusia 12 tahun serta dua perempuan, berusia 11 dan 12 tahun tewas, saat istana balon terangkat dari tanah pada Kamis di Davenport, Tasmania Utara, Australia.
 
Saksi awal mengatakan, anak-anak terlempar dari ketinggian sekitar 10 meter. Komisaris Polisi Tasmania, Darren Hine mengatakan dalam konferensi pers, tiga anak dalam kondisi kritis di rumah sakit di ibu kota negara bagian Hobart, dan satu dalam pemulihan di rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Korban Tewas Akibat Istana Balon Tertiup Angin Bertambah Jadi 5 Anak.
 
Saat ditanya apakah istana balon itu ditambatkan ‘sama sekali’ ke tanah, kepala polisi negara bagian mengatakan, pertanyaan itu akan diperiksa sebagai bagian dari penyelidikan yang dipimpin oleh polisi di bawah arahan koroner negara bagian, yang telah mengunjungi tempat kejadian.
 
Hine menambahkan, penyelidikan yang dibantu oleh otoritas keselamatan kerja Tasmania, akan mempertanyakan manajemen perusahaan yang bertanggung jawab atas istana balon tiup tersebut.
 
Kepala kepolisian setempat menjelaskan, penyelidik juga akan melihat seberapa kuat angin pada saat itu untuk melihat apakah insiden tersebut ‘peristiwa aneh’. 
 
“Adil untuk mengatakan bahwa anginnya cukup kuat,” ungkap Hine.
 
Prakiraan cuaca lokal diketahui telah memperkirakan ‘angin ringan’ untuk daerah tersebut, yang terletak di pantai utara Tasmania yang berbatu.
 
Hine menerangkan, penyelidikan ini diperkirakan akan memakan waktu “cukup lama”. Hal tersebut dikarenakan polisi perlu mewawancarai orang-orang di pesta luar ruangan, yang dihadiri oleh sekitar 40 anak sekolah dasar.
 
Orang dewasa di tempat kejadian disebut juga memberikan pertolongan pertama kepada anak-anak hingga helikopter penyelamat dan ambulans tiba setelah insiden itu. 
 
Istana balon tersebut diketahui terbawa angin sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat pada Kamis, hari yang cerah di awal musim panas. 
 
Gambar dari sekolah setelah kejadian menunjukkan, petugas polisi yang hadir menangis, dan terpal biru melindungi apa yang digambarkan petugas sebagai “adegan yang sangat menantang dan menyedihkan”.
 
Perdana Menteri Tasmania, Peter Gutwein mengatakan, terdapat “curahan kesedihan” serta dukungan dari Tasmania, seluruh Australia, dan dari seluruh dunia.
 
Gutwein mengatakan, ia telah berbicara dengan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, yang menawarkan untuk memberikan dukungan yang dibutuhkan.
 
“Sebagai orang tua, saya tidak mengerti bagaimana perasaan orang tua dari anak-anak yang hilang itu. Tetapi sebagai orang tua saya berharap mereka dapat mengerti bahwa kami semua juga merasakan perasaan kalian kepada kalian,” pungkas Gutwein.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif