Warga Sri Lanka turun ke jalan menentang pemerintah. Foto: AFP
Warga Sri Lanka turun ke jalan menentang pemerintah. Foto: AFP

Kekurangan Uang, Sri Lanka Jual ‘Program Visa Surga Emas’

Internasional Krisis Ekonomi sri lanka Krisis Keuangan Sri Lanka
Fajar Nugraha • 27 April 2022 07:06
Kolombo: Sri Lanka yang kekurangan uang mengumumkan akan menjual visa jangka panjang untuk menarik mata uang asing. Dana ini yang sangat dibutuhkan setelah negara kepulauan itu kehabisan dolar untuk membayar makanan dan bahan bakar.
 
“Orang asing yang menyetor minimal USD100.000 (atau sekitar Rp1,4 miliar)  secara lokal akan diberikan izin untuk tinggal dan bekerja di Sri Lanka selama 10 tahun di bawah ‘Program Visa Surga Emas’,” kata Pemerintah Sri Lanka, seperti dikutip AFP, Rabu 27 April 2022.
 
“Uang itu harus dikunci di rekening bank lokal selama masa tinggal,” kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Skema ini akan membantu Sri Lanka pada saat kita menghadapi krisis keuangan terburuk sejak kemerdekaan kita," kata Menteri Media Nalaka Godahewa kepada wartawan di Kolombo.
 
Pemerintah juga menyetujui pemberian visa lima tahun kepada orang asing yang menghabiskan minimal USD75.000 atau sekitar Rp1 miliar untuk membeli apartemen di negara itu.
 
Kekurangan makanan akut, bahan bakar dan obat-obatan telah memicu protes yang meluas. Ribuan orang berkemah di luar kantor Presiden Gotabaya Rajapaksa untuk menuntut pengunduran dirinya.
 
Pemerintah telah mengisyaratkan kesediaan untuk mempertimbangkan reformasi konstitusi yang dapat mengurangi otoritas presiden. Reformasi ini memberi dirinya kekuasaan besar untuk mengangkat dan memecat menteri, hakim, dan pegawai negeri setelah pemilihannya pada 2019.
 
Pemerintahan Rajapaksa juga membatalkan reformasi demokrasi yang memberikan independensi undang-undang kepada polisi, pegawai negeri, komisi pemilihan, dan peradilan.
 
Keruntuhan ekonomi Sri Lanka mulai terasa setelah pandemi virus korona melumpuhkan pendapatan vital dari pariwisata dan pengiriman uang.
 
Utilitas yang tidak mampu membayar impor bahan bakar telah memberlakukan pemadaman listrik setiap hari yang panjang, sementara antrean panjang meliuk-liuk di sekitar stasiun layanan saat orang mengantre untuk bensin dan minyak tanah.
 
Rumah sakit kekurangan obat-obatan vital. Pemerintah pun telah mengimbau warga di luar negeri untuk sumbangan dan rekor inflasi telah menambah kesulitan sehari-hari.
 
Pejabat Sri Lanka tiba di Washington pekan lalu untuk merundingkan bailout dengan Dana Moneter Internasional.

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif