Kehancuran akibat pertempuran Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh. Foto: AFP
Kehancuran akibat pertempuran Azerbaijan dan Armenia di Nagorno-Karabakh. Foto: AFP

Azerbaijan Tuduh Armenia Serang Kota di Luar Zona Konflik

Internasional konflik armenia-azerbaijan azerbaijan Armenia
Fajar Nugraha • 05 Oktober 2020 17:05
Baku: Azerbaijan mengatakan setidaknya empat kota di luar zona konflik Karabakh diserang oleh pasukan Armenia. Namun hal ini dibantah oleh Armenia.
 
Hikmet Hajiyev, ajudan Presiden Azerbaijan Ilkham Aliyev mengatakan, pada Minggu bahwa Armenia menargetkan kota-kota besar Ganja dan Mingachevir dengan serangan rudal.
 
Ganja, dengan populasi penduduk ratusan ribu dan kota terbesar kedua di Azerbaijan, terletak kira-kira 100 kilometer dari Stepanakert, ibu kota Nagorno-Karabakh, dan begitu pula Mingachevir.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bentrokan meletus pada 27 September dan telah menewaskan puluhan orang, menandai eskalasi terbesar dalam konflik selama puluhan tahun di wilayah tersebut.
 
Hajiyev pada Minggu menyebarkan video Twitter yang menggambarkan bangunan yang rusak, dan menyebutnya sebagai hasil dari "serangan rudal besar-besaran Armenia terhadap daerah pemukiman padat" di Ganja.
 
Hajiyev menambahkan pasukan Armenia juga menyerang Mingachevir, dengan serangan rudal. Wilayah ini menjadi tempat penampungan air dan pembangkit listrik utama.
 
“Tidak ada kerusakan serius yang terjadi pada infrastruktur di Mingachevir, tetapi warga sipil (telah) terluka,” ujar Hajiyev, seperti dikutip TRT World, Senin 5 Oktober 2020.
 
“Pasukan Armenia juga melancarkan serangan rudal ke wilayah Khizi dan Absheron Azerbaijan,” menurut Hajiyev.

Bantahan Armenia


Kementerian Pertahanan Armenia dengan keras membantah klaim tersebut. Juru Bicara Kementerian Azerbaijan Shushan Stepanian menulis di Facebook bahwa "tidak ada tembakan dari Armenia ke arah Azerbaijan”.
 
“Tuduhan itu tindakan putus asa dari pihak Azerbaijan,” tegas Stepanian.
 
Pemimpin Nagorno-Karabakh, Arayik Harutyunyan, mengatakan di Facebook bahwa dia memerintahkan "serangan roket untuk menetralkan benda-benda militer" di Ganja. Tetapi kemudian menyuruh pasukannya untuk berhenti menembak untuk menghindari korban sipil.
 
Juru Bicara Harutyunyan, Vahram Poghosyan mengatakan kepada media Armenia pada Minggu malam bahwa tidak ada alasan bagi pasukan Nagorno-Karabakh untuk menargetkan Mingachevir.
 
Pejabat Azerbaijan membantah bahwa ada benda militer yang terkena serangan di Ganja, tetapi mengatakan serangan itu menyebabkan kerusakan infrastruktur sipil.
 
Satu warga sipil tewas, dan 32 lainnya luka-luka. "Menembaki wilayah Azerbaijan dari wilayah Armenia jelas provokatif dan memperluas zona permusuhan," pungkas Menteri Pertahanan Azerbaijan Zakir Hasanov.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif