Anggota Taliban ikut salat id dalam perayaan Idulfitri di Afghanistan./AFP
Anggota Taliban ikut salat id dalam perayaan Idulfitri di Afghanistan./AFP

Pemimpin Tertinggi Taliban Muncul dalam Perayaan Idulfitri di Kandahar

Internasional Taliban afghanistan taliban afghanistan Idulfitri 1443
Marcheilla Ariesta • 01 Mei 2022 20:12
Kandahar: Pemimpin tertinggi Taliban muncul di depan umum untuk kedua kalinya dalam enam tahun pada perayaan Idulfitri di Afghanistan. Ia turut merayakan Idulfitri bersama dengan para masyarakat Afghanistan lainnya.
 
Afghanistan merayakan Idulfitri pada hari ini, Minggu, 1 Mei 2022. Dalam perayaan ini, pemimpin Taliban, yang dikenal sebagai Hibatullah Akhundzada mengatakan, Taliban telah mencapai kebebasan dan keamanan sejak merebut kekuasaan tahun lalu.
 
"Selamat atas kemenangan, kebebasan dan kesuksesan," katanya kepada ribuan jamaah di masjid Eidgah di kota Kandahar, dilansir dari France24.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kandahar dikenal sebagai pusat kekuatan de facto kelompok tersebut.
 
Baca juga: ISIS Klaim Bertanggung Jawab atas Ledakan Bom Bus di Afghanistan
 
"Selamat atas keamanan ini dan untuk sistem Islam," sambung dia.
 
Sementara jumlah pemboman di seluruh negeri telah menurun sejak Kabul jatuh ke tangan Taliban Agustus tahun lalu, serangan melonjak selama dua minggu terakhir bulan puasa Ramadhan. Serangan terakhir terjadi pada Sabtu yang menewaskan warga sipil.
 
Puluhan warga sipil tewas dalam serangan terutama sektarian - beberapa diklaim oleh kelompok Negara Islam - menargetkan anggota komunitas Muslim Syiah dan Sufi. Pengeboman Jumat di ibu kota menewaskan sedikitnya 10 orang.
 
Akhundzada menyampaikan pidato singkatnya dari salah satu barisan depan jamaah di Kandahar tanpa menoleh ke arah kerumunan. Pejabat Taliban tidak mengizinkan wartawan untuk mendekatinya.
 
Dua helikopter melayang-layang di atas masjid selama acara yang berlangsung selama dua jam itu. Itu adalah penampilan publik kedua Akhundzada sejak mengambil alih Taliban pada 2016.
 
Oktober lalu, dia mengunjungi masjid Darul Uloom Hakimiah di Kandahar. Pada Jumat lalu, dalam sebuah pesan yang dirilis jelang Idulfitri, dia tidak menyebutkan pertumpahan darah yang mengguncang Afghanistan selama Ramadan.
 
Ia malah memuji pembangunan tentara Islam dan nasional yang kuat serta organisasi intelijen 'tak tertandingi' Taliban.
 
Dalam perayaan Idulfitri ini, banyak warga Afghanistan lebih suka tinggal di dalam rumah setelah serangan mematikan selama Ramadan.
 
"Situasi rakyat kami sangat menyedihkan, terutama setelah apa yang terjadi di masjid-masjid," kata warga Kabul Ahmad Shah Hashemi.
 
"Banyak orang muda dan tua telah menjadi martir. Orang-orang Afghanistan tidak memiliki apa-apa selain kesedihan," imbuhnya.
 
Sebanyak 50 orang tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangan terakhir. Kelompok Islamic State (ISIS) mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif