Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersama PM India Narendra Modi, bahas bantuan untuk pembangunan jet tempur. Foto: AFP
Perdana Menteri Inggris Boris Johnson bersama PM India Narendra Modi, bahas bantuan untuk pembangunan jet tempur. Foto: AFP

Inggris Ingin Bantu India Bangun Pesawat Tempur

Internasional India Inggris boris johnson Jet Tempur Narendra Modi Perang Rusia-Ukraina
Medcom • 22 April 2022 20:03
New Delhi: Inggris menawarkan pengetahuan kepada India agar bisa membangun pesawat tempur sendiri dan izin untuk mengirim alat pertahanan lebih cepat. Hal ini disampaikan ketika perdana menteri dari kedua negara bertemu Jumat, 22 April 2022, ketika Barat berupaya menjauhkan India dari Rusia.
 
Dalam kunjungan pertamanya ke India sebagai perdana menteri, Boris Johnson akan berbicara dengan Narendra Modi terkait peningkatan perdagangan hubungan keamanan dengan negara Asia Selatan yang membeli sebagian besar perangkat militernya dari Rusia.
 
“Dunia menghadapi ancaman dari negara-negara otokratis yang ingin merusak demokrasi, menghilangkan perdagangan bebas dan adil, serta menindas kedaulatan,” ujar Johnson melalui pernyataan setelah mengunjungi kota asal Modi, Gujarat, dilansir dari The Straits Times, Jumat, 22 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Hubungan Inggris dengan India adalah lentera di tengah lautan badai ini. Kolaborasi kami dalam isu penting untuk kedua negara kami, dari perubahan iklim hingga keamanan energi dan pertahanan, sangat penting saat kita melihat masa depan,” tuturnya.
 
Ia diperkirakan hendak membahas dukungan untuk jet tempur yang didesain dan dibangun oleh India, dengan menawarkan pengetahuan sehingga dapat membangun pesawat yang bisa memenangkan perang. 
 
Inggris, yang sebelumnya menduduki India, akan mengeluarkan izin ekspor bagi India untuk mempersingkat pengiriman perangkat pertahanan. Saat ini, hanya Uni Eropa (EU) dan Amerika Serikat (AS) yang memiliki lisensi tersebut, sebagaimana disampaikan juru bicara Johnson.
 
Sebagai upaya menjauhkan India dari Rusia, AS juga menawarkan penjualan alat-alat pertahanan dan energi ke New Delhi. Meski ditekan AS, pemerintahan Modi tetap menolak untuk menentang invasi Rusia terhadap Ukraina, dan hanya menyuarakan agar kekerasan dihentikan.
 
India juga tetap membeli minyak Rusia, dengan dalih negara-negara Eropa juga melakukan hal yang sama, dan dalam jumlah lebih besar.
 
Meski begitu, Modi mengatakan perang di Ukraina meningkatkan kebutuhan India akan produksi dalam negeri alat pertahanan negara. India berhadapan dengan pasukan Tiongkok, yang lebih kuat, di wilayah sengketa Perbatasan Himalaya. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif