Seorang tenaga medis menyiapkan vaksin AstraZeneca di sebuah klinik di Seoul, Korsel pada 26 Februari 2021. (JUNG YEON-JE / POOL / AFP)
Seorang tenaga medis menyiapkan vaksin AstraZeneca di sebuah klinik di Seoul, Korsel pada 26 Februari 2021. (JUNG YEON-JE / POOL / AFP)

Korsel Lanjutkan Penggunaan AstraZeneca untuk Usia Tertentu

Internasional Virus Korona korea selatan covid-19 pandemi covid-19 vaksin covid-19 Vaksinasi covid-19 AstraZeneca
Willy Haryono • 11 April 2021 17:04
Seoul: Pemerintah Korea Selatan mengaku akan melanjutkan program vaksinasi Covid-19 Senin mendatang. Keputusan diambil usai Korsel memutuskan melanjutkan penggunaan vaksin AstraZeneca untuk warga berusia 30 tahun ke atas.
 
Rabu kemarin, Korsel menunda penggunaan vaksin AstraZeneca untuk warga berusia di bahwa 60 tahun di saat Eropa mengkaji beberapa kasus pembekuan darah di tubuh penerima vaksinasi.
 
"Warga di bawah usia 30 tahun tidak akan dilibatkan dalam kelanjutan vaksinasi pada Senin besok, karena manfaat dari vaksin (AstraZeneca) tidak dapat mengimbangi risiko-risikonya di kelompok usia tersebut," ujar pernyataan Agensi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea (KDCA).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Choi Eun-hwa, kepala Komite Penasihat Imunisasi Korsel, mengatakan bahwa tiga warga penerima vaksinasi di Negeri Gingseng mengalami pembekuan darah, dengan salah satunya terkait dengan vaksin AstraZeneca.
 
Ia mengatakan kasus pembekuan darah di Korsel tidak terlalu berbahaya seperti yang sedang dikaji para peneliti di Eropa.
 
Untuk sebagian besar orang, lanjut Choi, risiko Covid-19 jauh lebih buruk ketimbang risiko efek samping dari vaksinnya. Ia menekankan bahwa cara terbaik mengakhiri pandemi Covid-19 adalah memvaksinasi semua orang yang memang bisa menerimanya.
 
"Manfaat (vaksin AstraZeneca) tidak terlalu tinggi bagi yang berusia 30 tahun ke bawah. Jadi, kami belum akan merekomendasikan vaksin AstraZeneca bagi mereka," tutur Choi, dilansir dari laman Nikkei Asia pada Minggu, 11 April 2021.
 
AstraZeneca menegaskan, berbagai studi menunjukkan bahwa vaksinnya tidak meningkatkan risiko pembekuan darah. Perusahaan asal Inggris itu mengatakan bahwa jutaan dosis vaksin mereka telah didistribusikan ke banyak negara di dunia.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, manfaat vaksin AstraZeneca lebih besar ketimbang risiko-risikonya.
 
Baca:  Kasus Covid-19 Korsel Melonjak, Terapkan Aturan Jarak Sosial Baru
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif