Kapal Tanker Hankuk Chemi didekati oleh kapal Angkatan Laut Iran. Foto: AFP
Kapal Tanker Hankuk Chemi didekati oleh kapal Angkatan Laut Iran. Foto: AFP

Iran Bantah Gunakan Tanker Korsel sebagai Sandera

Internasional iran korea selatan ABK WNI Hankuk Chemi
Fajar Nugraha • 06 Januari 2021 07:35
Teheran: Pemerintah Iran membantah telah menggunakan kapal Korea Selatan (Korsel) dan awaknya sebagai sandera. Pernyataan dikeluarkan sehari setelah menangkap kapal tanker di Teluk Persia sambil mendesak permintaan Seoul untuk melepaskan dana USD7 miliar yang dibekukan di bawah sanksi Amerika Serikat (AS).
 
Penyitaan MT Hankuk Chemi dan 20 awaknya, di dekat Selat Hormuz yang strategis telah dilihat sebagai upaya Teheran untuk menegaskan tuntutannya. Terutama hanya dua minggu sebelum Presiden terpilih Joe Biden menjabat di AS.
 
Baca: Iran Sita Tanker Kimia Milik Korea Selatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Iran ingin Biden mencabut sanksi yang dijatuhkan oleh Presiden Donald Trump. Pengkritik Teheran telah lama menuduh penangkapan kapal dan tahanan asing, merupakan metode untuk mendapatkan pengaruh dalam negosiasi.
 
“Kami sudah terbiasa dengan tuduhan seperti itu,” ujar Juru Bicara pemerintah Iran Ali Rabiei mengatakan pada konferensi pers, seperti dikutip Shanghai Daily, Rabu 6 Januari 2021.
 
"Tapi jika ada penyanderaan, itu adalah pemerintah Korea yang menahan USD7 miliar, yang menjadi milik kami. Sandera dengan alasan yang tidak berdasar,” tegas Rabiei.
 
Korea Selatan memanggil duta besar Iran, menyerukan agar kapal itu dibebaskan dan mengatakan akan mengirim delegasi ke Iran untuk membahasnya. Namun Iran mengatakan kapal itu ditahan karena pelanggaran lingkungan.
 
Di antara 20 anak buah kapal (ABK) Hankuk Chemi, terdapat dua orang warga negara Indonesia (WNI). Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran sudah melayangkan nota diplomatik dan meminta diberikan akses konsuler kepada dua WNI itu.
 
Baca: Dua WNI Ditahan, KBRI Layangkan Nota Diplomatik ke Iran.
 
Korea Selatan, seperti negara-negara lain, diharuskan membatasi akses Iran ke sistem keuangannya di bawah sanksi AS. Ini adalah sanksi yang diberlakukan oleh Trump setelah dia membatalkan perjanjian nuklir yang dicapai dengan Iran di bawah pendahulunya, Barack Obama.
 
Iran mengatakan sanksi itu ilegal dan telah merugikan ekonominya, termasuk kemampuannya untuk menanggapi wabah covid-19 terburuk di Timur Tengah.
 
Biden bertujuan untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir, tetapi pencairan apa pun kemungkinan akan menimbulkan tantangan diplomatik.
 
Menteri Luar Negeri Korea Selatan Kang Kyung-wha mengatakan, kemarin bahwa dia melakukan upaya diplomatik untuk mengamankan pembebasan kapal tanker tersebut dan telah melakukan kontak dengan mitranya di Teheran.
 
Sementara Duta Besar Iran untuk Seoul Saeed Badamchi Shabestari, ditanya tentang status awak kapal sebelum pertemuannya di kementerian luar negeri mengatakan, kepada wartawan "semuanya aman."
 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif