Ilustrasi oleh Medcom.id.
Ilustrasi oleh Medcom.id.

Polisi India Perkosa Remaja yang Sebelumnya Jadi Korban Pemerkosaan

Internasional pemerkosaan India kekerasan seksual
Medcom • 06 Mei 2022 15:56
New Delhi: Seorang polisi India ditangkap atas tuduhan pemerkosaan terhadap anak perempuan berusia 13 tahun. Remaja tersebut mulanya datang ke kantor polisi untuk melapor bahwa dirinya menjadi korban pemerkosaan oleh pelaku lain.
 
Dugaan ini kembali menyorot tingginya kekerasan seksual dalam demokrasi terbesar di dunia itu, di mana rata-rata seorang wanita diperkosa setiap 18 menit.
 
Penyintas juga merupakan bagian dari kasta Dalit, yang telah lama menderita marginalisasi dan kekerasan oleh kasta-kasta di atasnya. Polisi pun tidak begitu membantu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ayahnya mengatakan, putrinya diperkosa empat orang pada bulan lalu selama beberapa hari.
 
Namun, ketika mencoba membuat laporan pekan lalu, polisi yang tengah bertugas malah melakukan tindakan keji yang sama. Sebuah organisasi non pemerintah kini memberinya pendampingan.
 
Pihak kepolisian mengatakan petugas terkait ditangkap pada Rabu, 4 Mei 2022 bersama empat orang lainnya, serta bibi dari perempuan itu, yang juga ada di kantor polisi saat ia diserang.
 
Sebanyak 29 polisi lain yang juga berada di pos di negara bagian Uttar Pradesh saat dugaan kekerasan dikenakan skors. Kabar insiden ini mengundang amarah warganet India.
 
“Jika kantor polisi tidak aman untuk perempuan, ke mana mereka melapor?” cuit Priyanka Gandhi Vadra, anggota oposisi Partai Kongres India, seperti dikutip The Straits Times, Jumat, 6 Mei 2022. 
 
“Apakah pemerintah (Uttar Pradesh) sudah benar-benar berpikir untuk menempatkan petugas perempuan di kantor polisi agar aman untuk perempuan?,” imbuh Vadra.
 
Undang-undang pemerkosaan di India dan pedoman hukuman dirombak setelah pemerkosaan beramai-ramai tahun 2012 terhadap seorang siswi di New Delhi.
 
Meski begitu, angka kekerasan seksual tetap tinggi. Informasi resmi terbaru menunjukkan lebih dari 28.000 kasus dilaporkan pada 2020, di mana jumlah tersebut hanyalah sebagian kecil dari seluruh kejadian. (Kaylina Ivani)

 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif