Seorang prajurit Taiwan di hadapan sistem rudal darat ke udara. Foto: AFP
Seorang prajurit Taiwan di hadapan sistem rudal darat ke udara. Foto: AFP

Hadapi Ancaman Tiongkok, Taiwan Umumkan Perpanjangan Wamil

Medcom • 07 Oktober 2022 08:06
Taipei: Menteri Pertahanan Chiu Kuo-cheng mengatakan bahwa Taiwan akan membuat pengumuman tentang perpanjangan persyaratan wajib militer empat bulan pada akhir tahun ini. Perpanjangan ini dilakukan oleh Taiwan sebagai tanda terbaru bahwa Taipei menanggapi potensi ancaman perang dari Tiongkok dengan lebih serius.
 
Chiu mengatakan bahwa setiap perubahan pada dinas militer akan datang dengan periode pemberitahuan satu tahun. Hal ini disampaikannya kepada anggota parlemen di Taipei pada hari Rabu dan mencatat bahwa kementerian masih mencari pendapat dari berbagai departemen.
 
"Kekurangan tenaga di militer adalah salah satu alasan untuk memperpanjang dinas militer. Empat bulan pelayanan tidak cukup karena ancaman dari musuh sekarang parah," ujar Chiu pada Rabu lalu, seperti yang dikutip dalam laman The Straits Times, pada Jumat, 7 September 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia juga menambahkan bahwa pemerintah masih mempertimbangkan secara tepat soal berapa lama untuk membuat dinas militer. Tidak hanya itu, mereka juga menolak untuk menjawab pertanyaan anggota parlemen mengenai apakah persyaratan wajib militer kemungkinan besar menjadi satu atau dua tahun. 
 
Saat ini sendiri, semua pria Taiwan yang berusia di atas 18 tahun harus menjalani wajib militer selama empat bulan.
 
Sementara itu, kerangka waktu yang ditekankan oleh Chiu dapat menunda keputusan tentang wajib militer sampai setelah pemilihan lokal November. Hal ini dapat dilihat sebagai ujian jangka menengah untuk Presiden Tsai Ing-wen menjelang pemilihan presiden pada tahun 2024.
 
Memperpanjang dinas militer sebenarnya adalah ide yang tidak populer di antara banyak anak muda Taiwan, yang sebagian besar mendukung Partai Progresif Demokratik yang dipimpin oleh Tsai.
 
Namun saat ini, Taiwan sedang berusaha untuk meningkatkan kesiapan tempurnya di tengah meningkatnya tekanan militer dari Beijing setelah kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi Agustus ke pulau yang dianggap Partai Komunis sebagai wilayahnya.
 
Negeri Tirai Bambu sendiri menanggapi kunjungan itu dengan latihan militer yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengikis zona penyangga berusia puluhan tahun di sekitar Taiwan.
 
Tsai kemudian mengatakan kepada Global Taiwan Institute Annual Symposium pada hari Rabu lalu bahwa aktivitas militer terus-menerus yang dilakukan oleh Tiongkok dalam beberapa bulan terakhir telah mengancam perdamaian di Selat Taiwan. 
 
"Kami bekerja untuk menyesuaikan strategi pertahanan kami dengan ancaman yang berubah," ujar Tsai.
 
“Taiwan saat ini akan memperlakukan setiap serangan Tentara Pembebasan Rakyat ke wilayah udara pulau itu sebagai ‘serangan pertama,” tambah Chiu kepada anggota parlemen pada hari Rabu, setelah serentetan penerbangan lebih dekat baru-baru ini dilakukan oleh pesawat tempur dan pesawat tak berawak Tiongkok.
 
Sejauh ini, pesawat dan kapal perang militer Tiongkok tetap berada di luar wilayah yang lebih kecil 12 mil laut (22 km) yang dianggap Taiwan sebagai batas laut teritorial dan wilayah udaranya.
 
Sementara itu, Taiwan akan menjadi isu inti pada kongres Partai Komunis China yang telah berkuasa dua kali dalam satu dekade. Kongres ini sendiri dijadwalkan akan dimulai pada 16 Oktober.
 
Presiden Tiongkok, Xi Jinping sendiri sangat diperkirakan akan mengamankan masa jabatan ketiga. Dirinya sendiri diperkirakan dapat menghadapi tekanan yang lebih besar untuk membawa Taiwan di bawah kekuasaan Beijing, yang merupakan bagian dari tujuan pembaruan nasional dalam jangka panjang. (Gabriella Carissa Maharani Prahyta)
 
(FJR)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif