Mengetahui hal ini, KBRI Tokyo segera menghubungi simpul-simpul masyarakat WNI di Prefektur Kagoshima.
"Berdasarkan informasi yang masuk, tidak ada WNI yang terdampak letusan tersebut," kata Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, Senin, 25 Juli 2022.
Judha mengatakan, dalam data KBRI Tokyo, terdapat 566 WNI tinggal di Prefektur Kagoshima.
"KBRI juga telah menyampaikan imbauan agar para WNI tetap berhati-hati atas kemungkinan letusan susulan," sambung dia. Judha menambahkan, para WNI yang mengalami keadaan darurat untuk segera menghubungi hotline KBRI Tokyo di nomor +81 80-3506-8612.
Baca juga: Gunung Sakurajima di Jepang Erupsi, Warga Sekitar Diperintahkan Evakuasi
Tingkat peringatan letusan dinaikkan menjadi 5 begitu letusan terjadi. Angka ini merupakan peringatan tertinggi. Warga di beberapa daerah disarankan untuk evakuasi.
"Level lima berarti warga harus dievakuasi dari zona bahaya," kata Badan Meteorologi Jepang.
Sakurajima berjarak empat kilometer dari Kota Kagoshima di Pulau Kyushu. Ini adalah salah satu gunung berapi paling aktif di Jepang.
Letusannya dari berbagai tingkat sering terjadi. Pada 2019 lalu, Sakurajima memuntahkan abu setinggi 5,5 kilometer ke udara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News