Mahasiswi di Afghanistan beri dukungan ke pemerintahan Taliban (Aamir QURESHI/AFP)
Mahasiswi di Afghanistan beri dukungan ke pemerintahan Taliban (Aamir QURESHI/AFP)

Adik-adik Mahasiswi Afghanistan Demo Dukung Taliban, Begini Orasi Mereka

Internasional Taliban afghanistan taliban afghanistan Pemerintahan Baru Taliban
Adri Prima • 12 September 2021 15:50
Kabul: Sebanyak 300 mahasiswi Afghanistan menggelar demonstrasi mendukung kebijakan pemerintahan baru Afghanistan yang kini sudah dikuasai Taliban, Sabtu 11 September 2021 di Universitas Shaheed Rabbani, Kabul.
 
Para mahasiswi tersebut tampil mengenakan busana menutupi kepala sampai ujung kaki sesuai dengan kebijakan pakaian pelajar wanita di dunia pendidikan sesuai dengan keinginan Taliban yang mengedepankan kebijakan Islamis. Tak hanya itu, para mahasiswi tersebut juga mengenakan cadar atau niqab. 
 
Dalam aksi damai itu, para demonstran mengecam dunia barat sambil mengibarkan bendera Taliban sebagai bukti dukungan mereka pada pemerintahan baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Fenomena ini cukup unik, pasalnya Taliban sejak dulu dikenal sangat membatasi hak-hak perempuan. Namun sejak mereka berkuasa, pihak Taliban berkomitmen untuk menerapkan aturan yang tetap menjaga hak-hak dasar perempuan Afghanistan. 
 
Kini perempuan Afhganistan akan diizinkan untuk bersekolah dan kuliah di perguruan tinggi asal mereka berbusana muslim dan berbeda kelas dengan kaum pria. Paling tidak saat proses belajar ada tirai yang menjadi pemisah antara pelajar pria dan wanita. 
 
Demonstrasi ini ternyata merupakan aksi tandingan para demonstran wanita yang beberapa hari sebelumnya turun ke jalan dan menentang kebijakan Taliban. 
 
"Kami menentang para perempuan yang berunjuk rasa di jalanan, yang mengklaim mereka adalah wakil perempuan (Afghanistan)," kata seorang orator dikutip dari AFP, Minggu 12 September 2021. 
 
Sang orator bercadar tersebut menambahkan kalau pemerintahan (Afghanistan) sebelumnya tidak pernah mendukung hak-hak perempuan sepenuhnya. Mereka dengan pemikiran baratnya hanya memanfaatkan wanita karena kecantikannya.
 
"Apakah kebebasan ada di pemerintahan yang lalu? Tidak, itu bukan kebebasan. Pemerintahan yang lalu menyalahgunakan perempuan. Mereka merekrut perempuan hanya karena kecantikannya," sambung sang orator.
 
Lebih lanjut, seorang mahasiswa bernama Shabana Omari turut menyampaikan pendapatnya. Omari mengatakan kalau dia setuju dengan kebijakan Taliban bahwa perempuan harus berpakaian tertutup. 
 
"Mereka yang tidak mengenakan hijab merugikan kita semua," katanya.
 
Sementara itu, mahasiswi lain bernama Somaiya yakin di bawah Taliban perempuan Afghanistan akan dijamin keamanannya. "Perempuan akan aman setelah ini. Kami mendukung pemerintah kami (Taliban) dengan segenap kekuatan kami," ungkapnya. 
 
Tak hanya itu, dalam spanduk yang dibawa demonstran lain juga tertulis kalimat-kalimat menentang wanita Afghanistan yang pro barat. “Perempuan yang meninggalkan Afghanistan tidak dapat mewakili kami,” bunyi kalimat di sebuah spanduk.
 
(SUR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif