Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan di New South Wales, Australia, sejak Juli 2019. (Foto: AFP/Getty/Saeed Khan)
Petugas berusaha memadamkan kebakaran hutan di New South Wales, Australia, sejak Juli 2019. (Foto: AFP/Getty/Saeed Khan)

Berkobar 8 Bulan, Kebakaran Hutan NSW Australia Padam

Internasional kebakaran hutan australia
Arpan Rahman • 04 Maret 2020 15:28
Sydney: Kebakaran hutan di seantero negara bagian New South Wales di Australia akhirnya dinyatakan padam setelah berkobar selama lebih kurang 240 hari atau delapan bulan. Kabar menggembirakan ini diumumkan otoritas NSW pada Senin malam.
 
"Untuk kali pertama sejak Juli 2019, saat ini sudah tidak ada lagi kebakaran hutan aktif," tulis Dinas Pemadam Kebakaran NSW, disitat dari Evening Standard, Selasa 3 Maret 2020.
 
Kobaran api telah menghanguskan lebih dari lima juta hektare lahan di NSW. Ukuran tersebut setara dengan total luas negara Korea Selatan. Kebakaran juga telah meursak sekitar 2.000 rumah dan menewaskan sedikitnya 33 orang di seantero NSW.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sejumlah peneliti mengestimasi ada 800 juta hewan yang tewas dalam sejumlah titik api di NSW.
 
Hujan deras telah membantu upaya pemadaman kebakaran hutan di NSW, yang telah menewaskan tiga petugas pemadam. Padamnya kebakaran hutan di NSW terjadi setelah Institut Australia memperingatkan bahwa musim panas di Negeri Kanguru kemungkinan satu bulan lebih lama dari biasanya tahun ini.
 
"Temuan kami bukanlah semacam proyeksi untuk masa mendatang, tapi sudah terjadi saat ini," kata Richie Merzian, Direktur Program Iklim dan Energi dari Institut Australia.
 
"Durasi musim panas menjadi lebih panjang dalam beberapa tahun terakhir," sambungnya.
 
Dalam laporan Departemen Lingkungan dan Energi Australia pada Januari lalu, disebutkan bahwa kebakaran hutan telah berdampak pada lebih dari 10 persen total habitat hewan dan tumbuhan di seantero negeri.
 
Lebih dari 80 persen habitat dari 49 spesies di Australia berada dalam zona kebakaran. Sementara untuk 65 spesies lainnya, habitat yang terbakar berkisar 50-80 persen.
 
Sally Box, komisioner Spesies Terancam Punah dari Departemen Lingkungan Hidup Australia, mengatakan bahwa laporan terbaru ini baru merupakan tahap awal dalam memahami dampak sebenarnya dari krisis kebakaran hutan.
 
"Beberapa spesies lebih rentan terkena api, dan beberapa area juga terbakar lebih hebat dari wilayah lain. Analisis lebih lanjut diperlukan sebelum kita dapat mengetahui dampak sepenuhnya dari bencana ini," ucap Box.
 

(WIL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif