Lai adalah salah satu aktivis pro-demokrasi paling terkenal di Hong Kong. (Foto: medcom.id)
Lai adalah salah satu aktivis pro-demokrasi paling terkenal di Hong Kong. (Foto: medcom.id)

Pengadilan Taipan Media Hong Kong Ditunda Gara-gara Pengacara dari Inggris

Marcheilla Ariesta • 01 Desember 2022 16:55
Hong Kong: Pengadilan taipan media pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai, ditunda pada hari ini, Kamis, 1 Desember 2022. Penundaan terjadi karena pemerintah meminta Beijing untuk melarang Lai diwakili pengacara Inggris.
 
Lai dan beberapa eksekutif dari surat kabar Apple Daily - yang kini ditutup karena dianggap berkolusi dengan pasukan asing - didakwa melakukan pelanggaran berdasarkan undang-undang yang berlaku di kota tersebut.
 
Pengadilan setempat mengatakan, pengacara yang berbasis di London, Tim Owen dapat mewakili Lai. Setelah keputusan tersebut, pemimpin Hong Kong meminta badan pembuat undang-undang tertinggi Tiongkok untuk memutuskan apakah pengacara dari luar negeri dalam berpartisipasi dalam kasus keamanan nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sidang sebelumnya akan dimulai hari ini. "Tapi kemudian sidang ditunda hingga 13 Desember sehingga jaksa penuntut umum dapat membuat jadwal baru sambil menunggu langkah dari Beijing," lapor Al Arabiya.
 
Pengacara pembela juga mengungkapkan, otorasi imigrasi Hong Kong telah 'menahan perpanjangan' visa kerja Owen tanpa mengungkapkan alasannya.
 
Owen diberikan visa karena sedang mengerjakan kasus Hong Kong lainnya. Departemen Imigrasi tidak memberikan komentar terkait hal ini.
 
Pengacara dari yurisdiksi hukum umum dapat bekerja dalam sistem hukum Hong Kong, terutama dalam kasus di mana keahlian khusus mereka mungkin diperlukan.
 
Owen adalah penasihat raja – seorang pengacara pengadilan senior di Inggris – dan sebelumnya menangani kasus kriminal tingkat tinggi di pusat keuangan.
 
Pemerintah sebelumnya berpendapat di pengadilan bahwa membiarkan pengacara luar negeri menangani kasus keamanan nasional menimbulkan risiko. Pasalnya, tidak ada cara untuk memastikan kerahasiaan rahasia negara.
 
Ketika Pengadilan Banding Terakhir memihak pemerintah pada Senin lalu, pemimpin kota itu meminta Beijing untuk campur tangan dengan mengeluarkan 'interpretasi' dari undang-undang keamanan nasional.
 
Ini adalah pertama kalinya Hong Kong menggunakan mekanisme di bawah undang-undang yang memungkinkan Beijing untuk mengambil keputusan akhir tentang cara kerjanya.
 
Lai, 74, adalah salah satu aktivis pro-demokrasi paling terkenal di Hong Kong. Dia menghadapi hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.
 
Dia sudah di penjara karena mengambil bagian dalam protes ilegal. Selama bertahun-tahun, surat kabar tabloid Apple Daily miliknya mengecam keras Partai Komunis Tiongkok dan secara terbuka mendukung demokrasi.
 
Baca: Duh! Pulang dari KTT APEC, Pemimpin Hong Kong Malah Positif Covid-19

 
(WAH)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif