Anthony Albanese mengucap sumpah jabatan sebagai Perdana Menteri ke-31 Australia di Canberra, 23 Mei 2022. (SAEED KHAN / AFP)
Anthony Albanese mengucap sumpah jabatan sebagai Perdana Menteri ke-31 Australia di Canberra, 23 Mei 2022. (SAEED KHAN / AFP)

Anthony Albanese, Aktivis Kelas Pekerja yang Menjadi PM Australia

Willy Haryono • 23 Mei 2022 10:28
Canberra: Terpilihnya Anthony Albanese sebagai perdana menteri Australia akan menjadi salah satu momen historis Negeri Kanguru, baik dari sisi perjalanan sosok tersebut maupun situasi yang membuatnya meraih kemenangan dalam pemilihan umum.
 
Aktivis kelas pekerja dari Partai Buruh Australia yang selama ini kerap dikenal dengan jargon "senang melawan Tories," Albanese terlahir sebagai "negarawan" berhaluan sentris yang menaruh perhatian terhadap isu iklim dan pajak.
 
Semasa kecil, Albanese tinggal berdua bersama ibunya di perumahan publik. Ia kemudian tumbuh menjadi seorang pria dewasa yang kini menduduki jabatan tertinggi di Australia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya ingin semua orang tua bisa mengatakan kepada anak mereka, bahwa di mana pun Anda tinggal atau berada, pintu kesempatan terbuka bagi kita semua di Australia," ucap Albanese dalam pidato kemenangannya di Sydney pada Sabtu malam.
 
Albanese telah secara resmi dilantik sebagai PM ke-31 Australia pada Senin ini, 23 Mei 2022, beberapa jam sebelum dirinya bertolak menuju konferensi tingkat tinggi (KTT) Quad di Jepang.
 
Politikus veteran yang bekerja di parlemen sejak 26 tahun terakhir itu berhasil membawa Partai Buruh menuju pemerintahan, setelah sembilan tahun berada di kubu oposisi. Kemenangan Albanese memecah kekalahan beruntun Partai Buruh dari kubu konservatif.
 
Kisah Albanese dikenal banyak orang yang memiliki ketertarikan pada bidang politik Australia. Ia telah membangun sebuah karakter "ramah" di dunia perpolitikan Australia, dan selama ini akrab disapa dengan panggilan "Albo."
 
Ia dikenal sebagai pemuda dari area industri Sydney yang menyenangi liga rugbi, bir dan musik rock.
 
"Saya dibesarkan dengan tiga keyakinan: Gereja Katolik, Partai Buruh dan Klub Sepak Bola Sydney Selatan," ucap Albanese.
 
Baca:  Anthony Albanese Resmi Dilantik sebagai Perdana Menteri Baru Australia

Kisah Emosional Albanese

Semasa muda, Albanese menjadi sebuah tokoh populer di banyak pub dan konser, di mana dirinya sering terlihat berada di belakang panggung atau bar satt berlangsungnya festival atau acara musik.
 
Ia pernah dijuluki sebagai "DJ Albo," yang biasa membawakan koleksi lagu Nirvana, New Order dan Taylor Swift di acara-acara penggalangan dana. Di dunia politik, Albanese juga sering muncul sebagai panelis di televisi, yang biasanya berhadapan dalam acara debat dengan politisi Liberal Australia.
 
Di balik pembawaannya yang ceria, Albanese rupanya memiliki beberapa kisah emosional. Hidup bersama ibunya, Maryanne, di Camperdown yang merupakan wilayah pinggiran Sydney, Albanese menceritakan bahwa ayahnya meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas. Ia pun harus tinggal berdua bersama sang ibu, seorang pensiunan yang mengalami disabilitas di bagian persendian.
 
"Kami serba berkekurangan saat itu, tapi kami saling memiliki. Itu saja sudah cukup," tutur Albanese.
 
Beranjak remaja, sang ibu mengatakan bahwa ayah Albanese sebenarnya masih hidup dan tinggal di Italia. Albanese mengaku tidak mau mencari ayahnya kala itu. Maryanne meninggal dunia di tahun 2001, dan selang delapan tahun kemudian, Albanese berhasil melacak keberadaan ayahnya, Carlo, beserta dua adiknya.
 
Dikenal sebagai sosok senior di Partai Buruh Australia, Albanese pernah bekerja sebagai asisten sekretaris jenderal Partai Buruh New South Wales (NSW) selama enam tahun di era 1990-an, sebelum akhirnya masuk ke parlemen federal. Ia merupakan sosok progresif pendukung LGBT+, yang pernah mengikuti parade Mardi Gras di Sydney dan beberapa kali mengkampanyekan hak-hak kesetaraan bagi pasangan sesama jenis.
 
Karier politiknya naik di bawah kepemimpinan petinggi Partai Buruh Kim Beazley and Simon Crean di akhir 1990-an dan awal 2000. Setelah itu, Albanese menjadi menteri transportasi dan infrastruktur menyusul kemenangan Kevin Rudd dalam pemilu 2007.
 
Albanese juga pernah memegang jabatan penting kunci sebagai pemimpin dewan perwakilan rakyat. Ia merupakan pemain kunci dalam kekisruhan kepemimpinan di Australia, di mana posisi perdana menteri berganti dari Rudd ke Julia Gillard dan kemudian kembali ke Rudd.
 
Pada 2013, saat Albanese mengumumkan dirinya tidak dapat lagi mendukung Gillard, ia meminta partainya unttuk bersatu dan berhenti saling menjatuhkan.
 
(WIL)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif