Potret Mahatma Gandhi di belakang pekerja kasar di India. Foto: AFP
Potret Mahatma Gandhi di belakang pekerja kasar di India. Foto: AFP

Dunia Hari Ini: Bela Kasta Terendah, Mahatma Gandhi Rela Lakukan Mogok Makan

Internasional india Mahatma Gandhi
Fajar Nugraha • 16 September 2020 13:59
Jakarta: Pada 16 September 1932, dari dalam sel di Penjara Yerwada, Pune, Mohandas Karamchand Gandhi memulai mogok makan. Aksi yang dilakukan pria dikenal dengan Mahatma Gandhi ini merupakan sebagai protes atas keputusan pemerintah Inggris untuk memisahkan sistem pemilihan India berdasarkan kasta.
 
Seorang pemimpin dalam kampanye India untuk pemerintahan dalam negeri, Gandhi bekerja sepanjang hidupnya untuk menyebarkan perlawanan pasifnya sendiri ke seluruh India dan dunia. Pada 1920, konsep Satyagraha atau ‘berpegang teguh pada kebenaran’ membuat Gandhi menjadi sosok yang sangat berpengaruh bagi jutaan pengikut.
 
Dipenjara oleh pemerintah Inggris dari tahun 1922 hingga 1924, Gandhi menarik diri dari tindakan politik selama tahun 1920-an. Tetapi pada tahun 1930 kembali dengan kampanye pembangkangan sipil yang baru.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Aksi ini membuat Gandhi dipenjara lagi, tetapi hanya sebentar, ketika Inggris membuat konsesi atas tuntutannya dan mengundangnya untuk mewakili Partai Kongres Nasional India pada konferensi meja bundar di London.
 
Setelah kembali ke India pada Januari 1932, Gandhi tidak membuang waktu untuk memulai kampanye pembangkangan sipil lainnya, di mana dia dipenjara lagi.
 
Sekitar delapan bulan kemudian, Gandhi mengumumkan bahwa dia memulai ‘puasa sampai mati’ untuk memprotes dukungan Inggris terhadap konstitusi baru India, aturan ini membuat kasta terendah di negara itu, ’Dalit’ yang dikenal sebagai ‘tak tersentuh’, memiliki keterlibatan politik yang terpisah selama 70 tahun. Gandhi percaya ini akan secara permanen dan tidak adil membagi kelas-kelas sosial India.
 
Berasal dari kasta Vaisya yang lebih kuat, atau kasta pedagang, Gandhi tetap menganjurkan emansipasi terhadap Dalit yang tak tersentuh yang dia sebut Harijan, atau ‘Anak-anak Tuhan’.
 
“Ini adalah kesempatan pemberian Tuhan yang telah datang kepada saya, untuk menawarkan hidup saya sebagai pengorbanan terakhir kepada yang tertindas,” ucap Gandhi dari sel penjaranya di Yerovda, seperti dikutip dari History Channel.
 
Meskipun tokoh masyarakat lainnya di India -,termasuk Dr. Bhimrao Ramji Ambdekar, perwakilan politik resmi dari kaum paria,- telah mempertanyakan komitmen sejati Gandhi kepada kelas bawah. Pada akhirnya puasa enam harinya berakhir setelah pemerintah Inggris menerima ketentuan utama penyelesaian antara warga India dari kasta yang lebih tinggi dan orang-orang tak tersentuh yang membalikkan keputusan pemisahan.
 
Saat India perlahan-lahan menuju kemerdekaan, pengaruh Gandhi terus subur tumbuh. Dia terus melakukan mogok makan sebagai metode perlawanan, mengetahui pemerintah Inggris tidak akan mampu menahan tekanan perhatian publik internasional terhadap pria yang mereka sebut Mahatma, atau "Jiwa Agung".
 
Pada 12 Januari 1948, Gandhi menjalani puasa terakhirnya yang sukses di New Delhi, untuk membujuk umat Hindu dan Muslim di kota itu agar berdamai. Pada tanggal 30 Januari, kurang dari dua minggu setelah berbuka puasa, dia dibunuh oleh seorang ekstrimis Hindu saat hendak beribadah.
 
Penembaknya, Nathuram Godse menembak Gandhi dengan tiga butir peluru di dada dari sebuah pistol jarak dekat. Laporan menyebutkan bahwa Gandhi tewas seketika.
 
Namun berdasarkan paparan buku Empirical Foundations of Psychology yang ditulis oleh Nicholas Henry Pronko,Mahatma Gandhi sempat dibawa ke dalam rumahnya, Birla House dan dibaringkan ke tempat tidur. Dia dikabarkan tewas setengah jam setelah penembakan dan anggota keluarga Gandhi membacakan ayat suci dari kitab Hindu.

 
(FJR)



FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif