Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: WHO
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Foto: WHO

Dirjen WHO Sebut Kebijakan Nol Covid Tiongkok Perlu Diubah

Internasional Tiongkok WHO covid-19 Kasus Covid-19 Tiongkok
Medcom • 11 Mei 2022 15:49
Jenewa: Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Selasa, 10 Mei 2022 mengatakan kebijakan nol covid Tiongkok tidak patut diperpanjang mengingat informasi yang sekarang dimiliki. WHO diketahui jarang mengomentari cara pemerintah menangani pandemi.
 
“Kami tidak yakin itu bersifat berkelanjutan mengingat kecenderungan virus dan apa yang sekarang kita antisipasi di masa depan,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam konferensi pers, dilansir dari The Straits Times, Rabu, 11 Mei 2022.
 
“Saya pikir perubahan akan sangat penting,” tegasnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bertambahnya pengetahuan dan peralatan untuk melawan covid-19 juga menandai sudah waktunya mengubah strategi.
 
Berbicara setelah Tedros, direktur kedaruratan WHO Mike Ryan mengatakan dampak kebijakan terhadap hak asasi manusia (HAM) juga patut dipertimbangkan.
 
“Kami selalu mengatakan sebagai WHO bahwa kita perlu menyeimbangkan langkah-langkah pengendalian dengan dampaknya bagi masyarakat, dampak ekonomi, dan perhitungan itu tidak selalu mudah,” ucap Ryan.
 
Ia pun menyinggung bahwa Tiongkok telah melaporkan 15.000 kematian sejak pertama kali virus itu ditemukan di kota Wuhan akhir 2019. Angka tersebut relatif kecil dibandingkan Amerika Serikat (AS) dengan hampir setengah juta, juga lebih dari 664.000 di Brasil, serta lebih dari 524.000 di India.
 
Melihat angka-angka tersebut, Ryan menyebut dapat memahami jika negara terpadat di dunia memberlakukan peraturan ketat untuk menekan penyebaran virus korona.
 
Namun, kebijakan nol covid Tiongkok menuai kritik, dari kalangan ilmuwan hingga penduduknya sendiri. Kebijakan yang membuat jutaan warga berada dalam lockdown ini mengundang kesedihan dan amarah publik. Kebanyakan negara lain, meski awalnya menerapkan pendekatan yang sama, kini sudah mulai transisi ke strategi hidup bersama virus itu.
 
Wabah yang terus muncul pun menekankan sulitnya benar-benar menghentikan penyebaran varian Omicron lantaran mudah menular.
 
Di bawah kebijakan ‘nol covid’, pihak berwenang memberlakukan lockdown terhadap area dengan populasi besar untuk memberantas penyebaran virus sebagai tanggapan wabah virus korona, bahkan jika hanya sejumlah kecil orang yang positif covid-19.
 
Peraturan Shanghai lebih ketat, di mana penduduk hanya boleh keluar tempat tinggalnya untuk alasan mendesak, seperti keadaan darurat medis. Banyak yang tidak diizinkan keluar dari pintu rumahnya untuk sekadar berbaur dengan tetangga.
 
Regulasi karantina juga dikritik lantaran memisahkan anak-anak dari orang tuanya, dan menempatkan kasus tanpa gejala bersama dengan pasien yang bergejala. (Kaylina Ivani)
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif