Webinar 'Naik dan Turun: Kemitraan Hong Kong-Indonesia'. Foto: Facebook/Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia.
Webinar 'Naik dan Turun: Kemitraan Hong Kong-Indonesia'. Foto: Facebook/Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia.

Hubungan RI-Hong Kong Tetap Mesra Kala Pandemi

Marcheilla Ariesta • 18 Agustus 2020 20:38
Jakarta: Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Xiao Qian mengatakan hubungan Indonesia dengan Tiongkok, khususnya Hong Kong semakin erat. Eratnya hubungan kedua negara  bahkan terus terasa di tengah pandemi virus korona (covid-19).
 
Dia menyampaikan hal ini dalam webinar 'Naik dan Turun: Kemitraan Hong Kong-Indonesia' pada Selasa, 18 Agustus 2020. Webinar yang diselenggarakan Biro Pengembangan EKonomi dan Perdagangan (CEDB) HKSAR dan Konsulat Jenderal Indonesia di Hong Kong ini, dihadiri oleh Kepala Eksekutif HKSAR Carrie Lam, Wakil Menteri Luar Negeri RI Mahendra Siregar, dan Komisaris Kementerian Luar Negeri Tiongkok di HKSAR, Xie Feng.
 
"Tahun ini menandai peringatan 70 tahun hubungan diplomatik kami. Di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Joko Widodo, kedua negara telah mensinergikan Belt and Road Initiative (BRI) dan Global Maritime Fulcrum Strategy," katanya.

"Pertukaran dan kerja sama di berbagai bidang semakin dalam dan berkembang, sehingga kemitraan strategis komprehensif semakin meluas," imbuh Dubes Xiao.
 
Dia menambahkan bahwa proyek andalan BRI Kereta Cepat Jakarta-Bandung terus membuat kemajuan setiap harinya. Tiongkok sendiri tetap menjadi mitra dagang terbesar Indonesia selama bertahun-tahun.
 
Pada paruh pertama tahun ini, kata Dubes Xiao, perdagangan bilateral kedua negara mencapai USD35,5 miliar, dan setara dengan periode waktu yang sama tahun lalu. Padahal, saat ini seluruh dunia terkendala pandemi virus korona.
 
"Dan investasi Tiongkok ke Indonesia tumbuh menjadi USD2,4 miliar dengan latar belakang global yang tengah dalam kondisi suram," serunya.
 
Saat ini, tambah dia, lebih dari 1.000 perusahaan Tiongkok berinvestasi di transportasi, telekomunikasi, minyak dan gas, pembangkit listrik, pengolahan mineral, ekonomi digital, dan lain sebagainya. Zona Kerja Sama Ekonomi dan Perdagangan (ETZ) menjadi modus operandi di Indonesia.
 
Semua ini tak lepas dari hubungan Indonesia dan Hong Kong yang seperti menikmati 'persahabatan tradisional'. Bahkan, Hong Kong telah lama menjadi jembatan dan sabuk pengerat hubungan Indonesia dengan Tiongkok.
 
Paruh pertama 2020, investasi Hong Kong ke Indonesia mencapai USD1,8 miliar. Sekitar 180 ribu orang Indonesia tinggal dan bekerja di Hong Kong, memberikan kontribusi bagi pembangunan dan kemakmuran Hong Kong.
 
"Pemerintah pusat Tiongkok mendukung penuh peran Hong Kong dalam pembangunan nasional secara keseluruhan dan dalam membangun BRI. Indonesia adalah tempat Presiden Xi Jinping pertama kali meluncurkan 'Jalur Sutera Maritim Abad 21' dan momentum perkembangan pesat Indonesia tetap kuat," tambahnya.
 
Dia yakin kerja sama kedua negara akan terus meluas. Dubes Xiao juga meyakini Hong Kong akan memanfaatkan peluang untuk memperdalam kerja sama dengan Indonesia.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(WIL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan