Sri Lanka masih diwarnai kerusuhan menentang pemerintah. Foto: AFP
Sri Lanka masih diwarnai kerusuhan menentang pemerintah. Foto: AFP

Presiden Sri Lanka Kembali Tetapkan Keadaan Darurat di Tengah Kerusuhan

Internasional Kerusuhan sri lanka Krisis Keuangan Sri Lanka
Fajar Nugraha • 07 Mei 2022 16:05
Kolombo: Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa pada Jumat 6 Mei 2022 mengumumkan keadaan darurat untuk kedua kalinya dalam lima minggu. Ini memberikan kekuatan besar kepada pasukan keamanan ketika serangan nasional menuntut pengunduran dirinya membuat negara itu terhenti.
 
Seorang juru bicara presiden mengatakan, dia menerapkan undang-undang yang keras untuk "memastikan ketertiban umum" setelah toko-toko tutup dan transportasi umum dihentikan Jumat oleh serikat pekerja. Pedemo menyalahkannya atas krisis ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yang telah memicu kerusuhan selama berminggu-minggu.
 
Sebelumnya Jumat, polisi menggunakan gas air mata dan meriam air untuk membubarkan mahasiswa yang berusaha menyerbu parlemen nasional menuntut Rajapaksa mengundurkan diri.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Keadaan darurat memberikan kekuatan besar kepada pasukan keamanan untuk menangkap dan menahan tersangka untuk waktu yang lama tanpa pengawasan pengadilan.
 
Hal ini juga memungkinkan pengerahan pasukan untuk menjaga hukum dan ketertiban selain polisi.
 
"Presiden menggunakan kekuasaan eksekutifnya untuk menerapkan peraturan darurat guna memastikan pemeliharaan layanan penting dan ketertiban umum," kata juru bicara itu, seperti dikutip AFP, Sabtu 7 Mei 2022.
 
“Undang-undang tersebut berlaku mulai Jumat tengah malam,” sebutnya.
 
Rajapaksa yang terkepung telah mengumumkan keadaan darurat sebelumnya pada 1 April, sehari setelah ribuan pengunjuk rasa berusaha menyerbu rumah pribadinya di ibu kota. Keadaan darurat itu dibiarkan berlalu pada 14 April.
 
Namun protes meningkat sejak saat itu. Deklarasi darurat baru datang ketika ribuan demonstran tetap berada di luar kantor tepi laut Rajapaksa, di mana mereka telah melakukan protes sejak 9 April, dan kelompok-kelompok kecil mencoba menyerbu rumah-rumah politisi penting pemerintah lainnya.
 
Kekuatan polisi yang berjumlah 85.000 telah meningkatkan keamanan untuk semua legislator partai yang berkuasa.
 
Tapi mereka ditarik ke batas dan telah meminta pasukan keamanan untuk memperkuat mereka.
 
(FJR)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif