Menlu AS Mike Pompeo. (Foto: AFP)
Menlu AS Mike Pompeo. (Foto: AFP)

Tiongkok Sebut Pompeo Hanya Peduli dengan Hegemoni AS

Internasional as-tiongkok
Willy Haryono • 29 Juli 2020 10:26
Beijing: Tiongkok menuduh Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo tidak benar-benar merepresentasikan demokrasi dan kebebasan, melainkan hanya tertarik mempertahankan hegemoni serta kepentingan negaranya. Beijing juga mengecam Pompeo yang berulang kali merendahkan Partai Komunis Tiongkok (CPC).
 
"Pompeo telah merusak sejarah hubungan AS-Tiongkok yang sudah terjalin selama 40 tahun. Ia juga sering menyerang CPC," kata juru bicara Kemenlu Tiongkok Wang Wenbin, dilansir dari People's Daily, Rabu 29 Juli 2020.
 
"Pernyataan sensasional dan tidak masuk akalnya dikecam oleh semua masyarakat pecinta damai, termasuk yang ada di AS," sambungnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Komentar Wang disampaikan usai Richard N. Haas, presiden Dewan Hubungan Asing, mengkritik pidato Pompeo yang disampaikan di Richard Nixon Presidential Library pekan kemarin.
 
Haas mengatakan Pompeo tidak mendorong dibukanya jalan untuk menangani terjalinnya suatu hubungan yang baik, dalam hal ini dengan Tiongkok. Sementara Wang menilai serangan Pompeo terhadap CPC bersifat subjektif dan hanya didasarkan pada prasangka buruk.
 
Dalam pidatonya pekan kemarin, Pompeo disebut Wang berusaha membentuk aliansi anti-Tiongkok. Beijing menilai aksi semacam mendorong kebencian semacam itu sudah tidak lagi relevan di era modern seperti saat ini.
 
"Hubungan Tiongkok-AS dalam separuh abad terakhir memperlihatkan bahwa jika kita saling menghormati, maka kita dapat mencapai hubungan bilateral yang baik dan stabil," sebut Wang.
 
"Kami bersedia mengembangkan hubungan Tiongkok-AS berdasarkan koordinasi, kerja sama, dan stabilitas. Namun kami menolak perundungan dan ketidakadilan," lanjutnya.
 
Ketegangan AS dan Tiongkok meningkat dalam beberapa bulan terakhir mengenai beragam isu, mulai dari pandemi virus korona (covid-19) hingga ke Undang-Undang Keamanan Nasional di Hong Kong.
 

(WIL)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif